Kucing Kampung

Mengenal berbagai macam jenis kucing kampung lucu yang menggemaskan dan cocok menjadi teman atau sebagai hewan peliharaan yang menyenangkan.

Kucing kampung sering disebut sebagai kucing domestik oleh para catlovers, namun tidak semua kucing domestik adalah kucing kampung, mereka merupakan jenis kucing dari keluarga Felis Catus.

Kucing Domestik merupakan kucing dengan tubuh kecil dari keluar kucing dalam family Felis.

Bahkan kucing ras asli hasil penangkaran dari luar negeri juga bisa dikatakan sebagai kucing domestik.

Jadi bisa dikatakan, jika kategori kucing domestik ialah jenis kucing yang berada atau tinggal di sekitar tempat tinggal manusia, baik itu kucing liar (kucing jalanan), atapun kucing peliharaan.

Maka dari itu yang dapat dikelompokkan sebagai kucing kampung Indonesia ialah hanya kucing ras jawa saja.

Sehingga kucing kampung tidak dapat untuk digeneralisasikan menjadi kucing domestik atau dome.

Fakta Kucing Kampung

Sebutan keren untuk kucing kampung ialah kucing stray, dimana kucing ini identik dengan hidup dijalanan.

Ada juga yang menjuluki Kucing kampung dengan sebutan moggy di dalam bahasa inggris.

Kucing moggy mempunyai sifat, bentuk tubuh, ukuran dan warna tersendiri yang beraneka ragam.

Bahkan warna matanya pun memiliki keanekaragaman, ada yang hijau, biru, coklat, kucing, hitam, dan ada yang berbeda keduanya.

hewan peliharaan

Kucing kampung ini tidak diketahui asalnya dan jenis campurannya, namun penelitian dilakukan, dan peneliti berpendapat bahwa kucing ini merupakan keturunan dari kucing liar afrika.

Kucing ini diduga sebagai keturunan dari kucing african wildcat dengan nama ilmiah felis silvetris lybica.

Jadi, kucing kampung di dapat dari hasil silang antara kucing lokal yang ada di sekitar, ketika manusia mulai dan berhasil menjinakkan kucing africa.

Mengenal Hal Hal Seputar Kucing Kampung

Kucing kampung dibawa ke berbagai penjuru dunia oleh para pemiliknya, hal ini menjadikan berbagai macam mutasi pada kucing yang akhirnya mereka mengalami banyak perubahan serta adaptasi.

Inilah yang membuat setiap kucing domestik di wilayah dunia memiliki bentuk, warna, bulu yang berbeda-beda.

Berikut adalah beberapa fakta mengenai kucing kampung yang ada di indonesia, yuk ketahui fakta-faktanya.

1. Lebih Penurut & Tidak Manja

Ternyata kucing kampung atau kucing lokal ini bisa menjadi sangat penurut pada pemiliknya ketika dirawat dengan baik.

Bahkan ketika kamu pulang kerja atau sekolah ia bisa langsung menunggu didepan pintu atau rumah.

Untuk melatih kucing lokal kamu agar bisa menjadi teman dan sifatnya penurut sehingga menyenangkan, maka kamu harus memberikan waktu bermain dengannya dan juga selalu memperhatikannya.

Seperti memberikan makanan kucing kampung mu yang disukai, selalu berikan perhatian, dan ia akan langsung menganggap kamu sebagai tuan yang harus dipatuhi.

2. Takut Air

cara memandikan kucing

Karena kucing kampung di indonesia memiliki mantel bulu yang tipis, maka kucing di indonesia tidak akan mampu untuk bertahan di area dingin, terutama ketika kita menyiramnya dengan air kran.

Maka dari itu, sebagai pemilik, kamu harus melatih kucing agar suka terhadap air, dengan cara memandikan kucing mu secara teratur, sehingga dengan begini kucing kamu tidak akan kaget ketika dimandikan.

3. Populasi Terus Meningkat

kucing kampung

Kucing kampung adalah hewan yang sangat cepat dalam berkembang biak, maka tidak heran jika kamu melihatnya banyak dijalanan, dipasar, di restoran dan lainnya.

Karena kucing lokal ini akan terus mencari kucing lokal lainnya untuk berkembangbiak. Maka dari itu, kamu bisa melakukan Steril agar kucing lokal kamu tidak terus menerus beranak.

Karena kucing lokal ini bisa sekali beranak jumlahnya sekitar 3-4 ekor.

4. Kontes Kucing Lokal Dari CFA

Cat Fanciers’ Association atau CFA juga menyelenggarakan kontes untuk kucing lokal, jadi tidak hanya kucing persia, kucing ragdoll, kucing mainecoon atau jenis kucing lainnya.

Namun sekarang kamu juga bisa mendaftarkan kucing kampung untuk mengikuti perlombaan ketangkasan dan keapikan dari si kucing kampung.

Kategori Kucing Kampung

Terdapat 3 jenis kategori kucing kampung secara umum, berikut ulasan seputar kategori ras kucing kampung.

kucing jalanan

1. Kucing Jalanan

Kucing jalanan sebenarnya merupakan kucing yang sangat bisa untuk bersosialisasi dengan manusia, akan tetapi kebanyakan dari kucing jalanan tidak memiliki pemilik (adopter), sehingga mereka hidup dijalanan.

Selain tidak memiliki adopter, bisa saja kucing ini hidup dijalakan karena dibuang oleh pemilik sebelumnya ataupun kabur dari rumah, dan tidak tahu arah jalan untuk pulang.

Dan dengan berjalannya waktu, membuat kucing jalanan menjadi liar karena sudah terbiasa hidup di jalanan.

Karena minim berinteraksi dengan manusia, membuat kucing jalanan menjadi agresif dan galak, dibandingkan dengan kucing rumahan.

Namun, untuk kondisi tertentu, banyak kucing jalanan yang dapat dijadikan sebagai hewan peliharaan lucu.

Dan setelah kucing jalanan memiliki tuan, biasanya kucing akan menjadi ramah terhadap manusia, terutama kepada pemiliknya.

Tentunya, untuk mendapatkan keramahan dari kucing jalanan membutuhkan waktu dan penyesuaian, serta adaptasi, namun itu tidak lama, cukup sabar dan tekun untuk terus mengajaknya berinteraksi.

kucing liar

2. Kucing Liar

Kucing liar adalah jenis kucing kampung yang tidak hampir tidak pernah melakukan interaksi dengan manusia.

Adapula yang dikarekanan kurang nya interaksi antara kucing dengan manusia, sehingga lambat laun kucing menjadi takut dan agresif terhadap manusia.

Sebagian kucing liar lebih memilih untuk tinggal berjauhan dengan manusia karena rasa takut terhadap manusia.

Dan untuk menjadikan kucing liar sebagai hewan peliharaan yang bisa digendong, dibelai, atau dipangku, bisa dikatakan sangat sulit.

Karena mereka untuk di pegang atau hidup dikandang dan didalam rumah saja tidak akan betah.

Kucing liar ini bisa saja dijadikan sebagai hewan peliharaan, asalkan kucing tersebut masih kecil dan terus diajarkan untuk berinteraksi dengan manusia.

Kamu dapat mengadopsi kucing liar sejak masih kitten, daripada tidak ada yang mengadopsi, dan membiarkannya, lebih baik dirawat.

Perlu diketahui juga, jika kucing liar ini hidup secara berkelompok, dan saling melindungi antar anggota kelompok nya.

Kucing liar juga tidak jarang sering berkelahi dengan kucing liar dari kelompok lainnya.

Dan ketika kucing liar bertemu dengan manusia, mereka akan takut dan cenderung langsung bersembunyi.

Aktivitasnya lebih banyak dimalam hari, dan kucing liar ini tidak suka mengeong untuk meminta belas kasihan manusia.

kucing domestik

3. Kucing Domestik

Kucing Dome atau Kucing domestik merupakan ras kucing yang masuk kedalam spesies Felis Catus.

Kucing domestik sendiri sudah tinggal dan berinteraksi dengan manusia sejak zaman dahulu kala.

Dan hal itu dibuktikan dengan nenek moyang bangsa Mesir, bahkan patung spinx dan hieroglif menjadi saksi akan adanya kucing pada era Mesir kuno.

Ciri dari kucing domestik ialah memiliki ukuran tubuh yang kecil, berat badan dari kucing ini ketika dewasa pada umumnya hanya sekitar 4-5 Kg.

Namun ada juga kucing domestik dengan berat hingga 20 Kg, dan kucing domestik dengan berat lebih 8 Kg masuk kedalam kategori kucing overweight hingga obesitas.

Maka dari itu, apabila kucing domestik yang kamu pelihara memiliki berat lebih dari 8 Kg, sebaiknya lakukan program diet, dengan cara mengurangi jatah makannya.

Sebab kelebihan berat badan, atau obesitas dapat mengancam kesehatan dan nyawa kucing tersebut.

Untuk ukuran panjang dari kucing domestik, rata-rata memiliki panjang sekitar 23 cm hingga 25 cm, terdapat pula jenis kucing domestik dengan panjang 50 cm.

Kucing Kampung Lucu

Setelah mengetahui berbagai kategori kucing kampung, kamu juga harus tahu, jenis-jenis kucing kampung lucu dan bagus, yang cocok untuk di jadikan sebagai hewan peliharaan.

Berikut ini adalah jenis jenis kucing kampung lucu yang menggemaskan.

1. Kucing Kampung Putih

kucing kampung putih

Ternyata tidak hanya jenis kucing anggora saja yang memiliki kucing putih, kucing kampung juga memiliki jenis kucing putih, dan tentunya tidak kalah menggemaskan dari kucing anggora.

Kucing yang satu ini sangat lucu dan energik serta lebih suka bermain daripada untuk tidur, maka perlu perhatian ekstra untuk menjaga kebersihan kucing.

Karena kucing kampung suka sekali berburu, maka membuat kucing kampung putih jika terkena kotoran akan sangat terlihat jelas.

Namun kucing putih ini tergolong kucing yang mudah terserang penyakit, dan tidak pintar dalam berbulu ataupun berkelahi dengan kucing lain.

2. Kucing Kampung Hitam

kucing kampung lucu

Apa yang ada di benak kalian ketika melihat kucing berwarna hitam semua? Menakutkan bukan?

Kucing kampung hitam sering disangkut pautkan dengan hal-hal yang berhubungan dengan mistis.

Akan tetapi tingkah laku kucing ini juga tidak kalah menggemaskan, sehingga dapat mengubur pandangan menakutkan dan berbau mistis tersebut.

Ciri yang sangat terlihat dari kucing kampung hitam ialah  memiliki warna tubuh yang hitam keseluruhan di tambah dengan mata cerah yang menyala di dalam kegelapan.

Dengan warna hitam yang dia miliki, kucing ini jarang sekali terlihat kotor, hal ini berbanding terbalik dengan kucing putih, selain itu kucing hitam juga terkenal sangat penurut kepada pemiliknya.

3. Kucing Kampung Abu Abu

kucing kampung abu abu

Jika di luar negeri ada jenis kucing maine coon, maka di indonesia memiliki jenis maine coon lokal yaitu kucing kampung dengan warna abu-abu doreng.

Warna nya mirip kucing maine coon yaitu warna abu-abu belang, namun yang membedakan disini adalah kelebatan bulunya dan ukuran tubuhnya.

Dimana untuk kucing kampung abu abu memiliki panjang rata-rata panjangsekitar 51-91 cm sedangkan kucing maine coon dapat mencapai panjang 1, 2 m.

Untuk beratnya kucing kampung dewasa bisa mencapai 3-4 kg sedangkan untuk kucing maine coon dapat mencapai berat 5-8 kg.

4. Kucing Kampung Hitam Putih

kucing kampung lucu

Kucing hitam putih bisa dikatakan sebagai kucing yang lucu dan menggemaskan, perpaduan warna hitam dan putih, menambah pesona akan kucing ini.

Kucing hitam putih ini terkenal dengan sifatnya yang malas, dan suka tidur, namun kucing hitam putih ini sangat pintar untuk berburu.

5. Kucing Oren atau Kucing Kampung Merah Bata

Kucing Oren

Kamu pasti tahu mengenai kucing Garfield, kucing animasi yang menggemaskan, dan faktanya Garfield memiliki versi lokal nya, yaitu kucing oren.

Warna nya hampir seperti bata dengan warna orange ke merah – merahan, kucing oren tidak kalah lucu dengan jenis kucing lainnya.

Kucing Oren juga terkenal nakal, dan bar-bar, akan tetapi kucing oren ini sangat ceria, dan penurut.

6. Kucing Kampung Tiga Warna atau Kembang Telon

kucing kembang telon

Kucing kampung jenis ini adalah kucing anti mainstream, tubuhnya memiliki perpaudan 3 warna yang terdiri dari putih, hitam, dan orange.

Rata-rata kucing kembang telon ini berjenis kelamin betina, dan sangat jarang ditemukan kucing kembang telon dengan jenis kelamin jantan.

Warna kucing kembang telon ini jarang didapatkan, sehingga banyak orang ingin memelihara jenis kucing kembang telon ini.

Kucing kembang telon juga dikenal sebagai kucing yang cantik, lucu dan energik, serta pintar.

makanan kucing anggora

Merawat kucing kampung terbilang cukup mudah, karena mereka tidak memilih-milih jenis makanan.

Mereka bisa diberi makanan tempe, nasi, ikan, daging, atau pelet, untuk lebih tahu seputar makanan dan minuman kucing kampung, yuk simak terus hingga akhir.

Terkadang sebagai pemilik kita lalai dalam memberi makan kepada peliharaan, berikut adalah menu makanan dan minuman yang cocok untuk dijadikan sebagai sajian kucing kampung.

Terdapat banyak sekali jenis makanan dan minuman yang bisa kamu berikan dalam merawat kucing kampung, diantaranya adalah sebagai berikut.

Makanan Untuk Kucing Kampung

makanan kucing agar sehat

1. Daging Ayam atau Ikan

Kucing sangat suka dengan makanan jenis daging, karena kucing merupakan hewan bertaring, maka insting yang di miliki kucing adalah berburu.

Oleh karena itu kucing termasuk hewan karnivora atau pemakan daging, kamu bisa memberikan daging ayam atau pun ikan.

Saran kami, sebaiknya diberi ikan karena kandungan gizi ikan yang terdapat vitamin E sangat bagus untuk pertumbuhan kucing kampung.

Dalam penyajiannya, Daging atau ikan bisa di rebus terlebih dahulu atau di goreng sehingga lebih bersih dan mematikan kadar bakteri yang terkandung di dalam daging.

Tetapi jika tidak sempat maka tidak mengapa di berikan mentahan namun sebaiknya dalam pemberian daging ini alangkah lebih bagus jika daging dihaluskan terlebih dahulu.

Meskipun karakter asli kucing mampu memakan daging secara gelonggongan tetapi jika di haluskan akan lebih memudahkan kucing untuk mencerna makanannya, ini merupakan faktor kucing lebih cepat gemuk.  

2. Tempe

Ternyata kucing juga suka dengan tempe namun tidak untuk tempe mentah, kucing hanya menyukai tempe yang sudah di goreng atau direbus asin.

Jadi jika kamu ingin memberi kucing makanan tempe sebaiknya tempe yang sudah di goreng atau direbus terlebih dahulu.

3. Nasi Putih

Selain tempe yang digoreng kucing juga suka nasi, tetapi harus di campur dengan lauk, kamu bisa mencampurnya dengan tempe, ataupun daging.

Dalam pemberian nasi sebaiknya tidak terlalu banyak, karena nasi mengandung glukosa yang dapat mengakibatkan kucing terserang obesitas dan juga gangguna pencernaan.  

Jadi, sebaiknya berikan komposisi nasi sekitar 20-25% dan 75% untuk komposisi daging atau tempe.

4. Pelet Khusus Kucing

Ternyata Kucing Kampung juga sukadengan pelet khusus kucing yang terjual bebas di online shop dan petshop.

Jadi ini bisa menjadi alternatif buat pengganti makanan-makanan diatas, berikan makanan kucing tersebut secara bervariasi sehingga kucing tidak merasa bosan dengan makanannya.

5. Telur

Selain daging, kucing juga menyukai telur, untuk telur, kucing lebih menyukai yang di goreng.

Walaupun telur rebus juga suka, akan tetapi kucing lebih menyukai telur goreng , untuk telur yang tidak diolah kucing juga suka, namun tidak semua kucing menyukainya.

6. Rumput

Kucing makan rumput? Mengapa demikian?  Berikut penjelasannya.

a. Kucing makan rumput untuk mempermudah pencernaannya

Tidak semua makanan yang telah di makan kucing di cerna, oleh karena itu kucing perlu memuntahkan makanan yang tidak dicerna tersebut, dengan bantuan makan rumput guna merangsang lambung untuk memuntahkannya.

b. Kucing makan rumput karena menelan rambut

Sering kita perhatikan, kucing menjilati tubuhnya untuk membersihkan diri dari kotoran yang menempel pada bulu, tanpa disadari bulu tersebut ada yang tertelan.

Semakin banyak bulu yang tertelan maka akan mengganggun pernafasan sang kucing, dengan bantuan rumput inilah kucing mengeluarkan bulu-bulu dalam lambungnya dengan cara di muntahkan.

c. Kucing makan rumput untuk mengeluarkan cacing dalam perutnya

Sama halnya dengan perut manusia, perut kucing juga tidak luput dari serangan cacing parasit, ukurannya pun lebih besar dan berwarna putih sekitar 8cm.

Untuk itulah rumput menjadi makanan kucing guna mengeluarkan cacing di dalam tubuh kucing.

Minuman Untuk Kucing Kampung

hewan peliharaan lucu

Selain makanan, kamu juga perlu memperhatikan minuman apa saja yang dapat diberikan untuk kucing , berikut jenis minuman terbaik untuk kucing.

1. Air Putih

Semua makhluk hidup di belahan dunia ini membutuhkan elemen satu ini, Air putih merupakan kunci kelangsungan makhluk hidup.

Tanpa air putih makhluk hidup akan terkena yang namanya dehidrasi atau kekurangan cairan.

Sama halnya dengan kucing, mereka juga membutuhkan air untuk membantu pencernaannya.

Maka sediakan air putih atau mineral dalam wadah yang bersih untuk kucing peliharaanmu, tidak lupa juga selalu jaga kebersihan tempat makan dan minumnya.

2. Susu Putih

Untuk menambah protein dalam tubuh kucing kamu bisa memberikan susu putih untuk minumannya.

Namun satu hal yang menjadi catatan dalam pemberian susu ini, jangan sekali-sekali memberikan susu sapi kepada kucing.

Karena kucing tidak mampu mencerna protein yang terkandung dalam susu sapi, ketika pencernaan terganggu kucing akan mudah sakit dan bisa menimbulkan kematian.

Itulah beberapa rekomendasi makanan dan minuman untuk kucing kampung guna meningkatkan pertumbuhan kucing dan menjaga bulu kucing tetap sehat dan tidak rontok.

Cara Memandikan Kucing Kampung

cara memandikan kucing

Meskipun kucing dapat membersihkan bulunya sendiri, dengan cara menjilatinya.

Namun tetap saja, hal tersebut tidak cukup untuk membersihkan kucing dari serangan kutu, kotoran, jamur, dan bakteri.

Dengan memandikan kucing, dapat menjadi solusi dalam merawat kucing kampung, sehingga menjadi lebih bersih dan sehat.

Cara memandikannya pun tidak sulit, namun tetap ada hambatannya, seperti kucing yang takut air, mencakar, bahkan memberontak.

Maka Satria Hewan ingin berbagi tips seputar cara memandikan kucing kampung yang baik dan benar, sehingga kucing tetap nyaman.

Catatan penting dalam memandikan kucing ialah sebaiknya dilakukan ketika kucing sudah berusia lebih dari 3 bulan, jangan memandikan kitten atau anakan kucing, karena masih rentan.

1. Mempersiapkan Peralatan Mandi

hewan peliharaan lucu

Sebelum memandikan kucing mu, maka kamu perlu melakukan persiapan terlebih dahulu untuk alat dan bahan guna mempermudah dalam memandikan kucing.

Yang harus ada dalam memandikan kucing:

  • Ember yang berisikan air hangat
  • Shampo kucing
  • Sisir
  • Hair Dryer
  • Handuk
  • Cottonbuds

Alat dan bahan tambahan yang bersifat opsional:

  • Baby oil
  • Kanebo, jika tidak ada handuk
  • Bedak bayi, jika tidak ada bedak kucing

2. Cara Memandikan Kucing Kampung

cara memandikan kucing

A Membasahi Tubuh Kucing Secara Menyeluruh

Langkah pertama, silahkan basahi terlebih dahulu semua bagian tubuh kucing kampung dengan menggunakan air hangat secara menyeluruh.

Hati-hati dalam membasahi kucing, usahakan jangan sampai air masuk kedalam telinga kucing.

B Memberikan Shampoo Kucing

Setelah semua tubuh kucing basah, selanjutnya berikan shampoo kucing yang kamu miliki.

Beri shampoo secara merata pada tubuh kucing peliharaanmu, namun hati-hati, jangan sampai mengenai mata, hidung, dan telinga bagian dalam ya.

C Bilas Dengan Air Bersih

Setelah selesai di shampo, dan dipastikan kotoran pada tubuh kucing telah bersih, silahkan bilas dengan menggunakan air hangat yang bersih.

Pastikan tidak ada shampo yang masih tertinggal di tubuh kucing peliharaanmu.

D Keringkan Kucing

Selanjutnya keringkan kucing menggunakan kain handuk, atau kanebo.

Gosok handuk secara perlahan ke semua bagian tubuh kucing, setelah itu kamu bisa menggunakan hai dryer untuk mempercepat pengeringan.

Jika tidak ada hair dryer, kamu juga bisa menggunakan sinar matahari untuk membantu proses pengeringan kucing setelah mandi.

hewan peliharaan lucu

E Membersihkan Telinga Kucing

Setelah kucing selesai mandi, dan kering, alangkah lebih baik lagi jika kamu membersihkan juga bagian telinga kucing menggunakan cotton buds yang diberi sedikit baby oil.

Bersihkan secara perlahan, layaknya membersihkan telinga manusia, hati-hati dan jangan terlalu dalam, agar kucing tidak merasa sakit.

3. Tips Dalam Memandikan Kucing Kampung

cara memotong kuku kucing

A Memotong Kuku Kucing

Selain dimandikan, sebaiknya potong terlebih dahulu kuku kucing peliharaanmu.

Selain untuk membuat kucing tetap bersih, memotong kuku kucing juga dapat meminimalisir akan cakaran ketika kamu sedang memandikannya.

B Menyikat Bulu Kucing

Selain memberikan shampoo, lebih baik lagi jika kamu menyikat kucing menggunakan sikat khusus.

Gosok secara perlahan dan hati-hati menggunakan sikat, sehingga kucing tetap nyaman.

Dengan menyikat bulu kucing, dapat membuat bulu yang menggumpal pada tubuh kucing menjadi rontok, sehingga membersihkan kulit kucing dari bakteri.

C Memilih Waktu Yang Tepat

Pilih waktu yang tepat untuk memandikan kucing, misal ketika kucing sudah terlihat sangat kotor, dan bau.

Secara umum memandikan kucing dapat dilakukan seminggu sekali atau dua minggu sekali.

D Perhatikan Cuaca

Pastikan cuaca cerah ketika kamu memandikan kucing kesayangan, karena dengan cuaca cerah dapat membantu proses pengeringan kucing setelah mandi.

Hal ini dilakukan ketika kamu tidak memiliki alat pengering seperti hair dryer atau blower.

Mengapa kucing harus kering setelah dimandikan? Karena jika tidak, dapat menimbulkan bakteri dan jamur pada kulit kucing.

Cara Merawat Kucing Kampung

Berikut adalah beberapa perawatan kucing kampung jawa, sehingga tetap sehat dan bersih.

1. Menjaga Kebersihan Tubuh

Untuk menjaga kebersihan tubuh kucing maka sebagai pemilik minimal harus memandikan kucing 1 minggu sekali.

Lebih bagus lagi jika 2 kali dalam seminggu, karena kucing kampung lebih suka memanjat, berguliran di tanah dan pergi keluar rumah.

Perlu diketahui juga memandikan kucing dengan rutin dan teratur akan membuat kucing lebih memahami pemilik kucing.

Ini merupakan tanda sayang kepada kucing, dan memandikan kucing juga akan membuat bulu kucing lebih terawat dan lembut.

2. Perhatikan Kualitas Makanannya

cara merawat kucing kampung

Makanan merupakan faktor penting untuk kucing beraktivitas, sama halnya dengan manusia yang membutuhkan asupan gizi, kucing pun demikian.

Maka sebaiknya beri makanan dengan protein yang bagus untuk kucing, apakah makanan tersebut harus membeli di petshop?

Tentu tidak, karena kucing kampung tidak serewel kucing ras lainnya.

Namun perlu di ingat perut kucing kurang mampu untuk mencerna makanan yang mengandung pengawet dan pewarna.

Jadi berikanlah kucing dengan makanan seperti ikan, daging ayam, telur, tempe, nasi, dan lainya.

3. Pastikan Minuman Bersih

cara merawat kucing kampung

Kucing merupakan hewan yang selain membutuhkan makan ia juga membutuhkan minum, jadi perhatikan minuman yang cocok untuk tubuh kucing.

4. Cek Kondisi Kesehatan Kucing

Kucing kampung adalah hewan peliharaan yang super aktif, dan tidak mengenal waktu, kadang malam keluar pagi baru pulang.

Kadang bertengkar dengan kucing lainnya karena memasuki daerah teritori kucing lainnya, ini menyebabkan kesehatan kucing bisa terganggu mulai dari luka, diare, pincang dan lainnya.

Maka selalu lihat kondisi si kucing, jika ada luka maka segera di obati, untuk mengatasi nya bisa menggunakan obat alami yaitu daun sirih, daun sirih memiliki manfaat untuk kesehatan hewan.

5. Menyisir Bulu Kucing

cara merawat kucing kampung

Untuk menjaga kelembutan dan kelebatan pada bulu kucing, bisa dilakukan dengan cara menyisir bulu kucing secara teratur.

Karena dengan menyisir ini ternyata membantu si kucing untuk menyebarkan minyak natural yang di produksi oleh si kucing sehingga membuat bulu kucing lebih mengkilat.

Selain itu menyisir juga menjaga agar bulu kucing tidak kusut dan menggumpal.

Selain menyisir kualitas makanan ternyata mempengaruhi nya.

Untuk menjaga agar kondisi bulu kucing tetap indah bisa memberikan makanan kucing dengan kandungan banyak protein dan lemak.

Anak Kucing Kampung

kitten

Anakan kucing kampung juga tidak kalah lucu dengan anakan kucing jenis lain seperti anggora, persia, atau ras kucing lainnya.

Merawat kucing sejak masih anakan akan menghasilkan kucing dewasa yang penurut, jika dibandingkan dengan mengadopsinya ketika usia dewasa.

Kamu dapat melatih anak kucing sejak kecil, seperti mengajarkan untuk buang kotoran di bak pasir, atau toilet, makan dan minum di tempat yang sudah disediakan, dan lain nya.

Cara merawat anak kucing kampung juga terbilang mudah, namun tetap harus memperhatikan makanannya.

Kamu dapat memberikan daging yang direbus dan dihaluskan, atau bisa juga dengan makanan khusus anak kucing.

Ketika masih usia kitten, kucing tidak boleh dimandikan, karena masih rentan terhadap penyakit, dan daya tahan tubuhnya masih lebih.

Untuk warna anak kucing kampung biasanya menuruni dari indukannya, dan warnanya lebih dominan kepada indukan jantan.

Terdapat beberapa jenis kucing dengan ras campuran, yaitu:

persia campuran

1 Kucing Persia X Kucing Kampung

Banyak terjadi, dimana kucing kampung melakukan kawin silang dengan kucing persia.

Anak hasil mix antara kedua kucing tersebut biasanya memiliki ciri tubuh yang kecil, namun bulunya lebat layaknya kucing persia.

Dan jika kucing persia nya adalah indukan jantan, maka hasil keturunan mix ras ini akan lebih bagus.

anggora campuran

2 Kucing Anggora X Kucing Kampung

Selain perkawinan silang dengan kucing persia, terdapat juga kucing kampung yang melakukan perkawinan silang dengan kucing anggora.

Ciri-ciri dari kucing ras mix anggora dan lokal ini biasanya muka kucing terlihat seperti kucing lokal, namun memiliki bulu yang panjang, ditambah postur tubuh yang tinggi.

Anak kucing campuran ini juga bisa mempunyai mata yang indah layaknya kucing ras anggora.

Harga Kucing Kampung

Untuk memelihara kucing kampung sebenarnya tidak perlu membeli, karena kucing ini sangat mudah untuk dijumpai.

Akan tetapi, banyak yang menyual jenis kucing kampung campuran, berikut daftar harga kucing kampung campuran.

Jenis Kucing KampungUmurHarga
Kucing Belang3 BulanRp100.000,-
Kucing Hitam12 BulanRp100.000,-
Kucing Kampung X Persia Medium5 BulanRp300.000,-
Kucing Kembang Telon4 BulanRp150.000,-
Kucing Kampung X Persia2 BulanRp200.000,-
Kucing Kembang Telon Jantan4 BulanRp250.000,-

Itulah hal hal seputar kucing kampung lucu yang dapat kamu pelihara, semoga bermanfaat


About Naufal Rasyada

Pekerja dan Pelajar yang suka dan tertarik seputar hal-hal teknologi, selain itu saya juga suka hal-hal tentang hewan. Hewan yang saya pelihara antara lain seperti burung lovebird, ikan cupang, dan kucing.

Tinggalkan komentar