Burung Parkit

Burung parkit adalah burung paruh bengkok kecil yang cerdas, jenis parkit sendiri terdapat berbagai macam, yuk simak.

Jenis burung parkit itu ada banyak, sedikit kita ulas tentang sejarah burung parkit, Shaw adalah seorang penulis buku Zoologi of New Holland dia memberi nama burung parkit dengan sebutan Melopsittacus Undulates.

Nama ini berasal dari bahasa yunani yang memiliki arti melos yang artinya nyanyian dan psittacua yang merupakan sebutan bagi keluarga betet.

Di Indonesia juga sudah ada burung parkit dan banyak orang Indonesia yang menyukai burung parkit ini karena burung parkit ini memiliki beragam banyak warna, tidak hanya warna parkit juga bisa meniru suara burung lain.

Suara Burung Parkit Gacor

Jenis Burung Parkit Cantik

Habitat parkit sering dijumpai di hutan atau di daerah savana, hidup parkit pada habitat alam liar ialah bergerombol atau koloni.

Burung parkit memakan biji bijian dan sayuran seperti milet, padi, kenari seed, jewawut, beras merah, dan untuk sayuran biasanya memakan jagung muda, kangkung , dan brokoli.

Kamu pasti tahu kan jika burung paruh bengkok masih termasuk dalam keluarga burung yang cerdas.

Burung parkit termasuk burung paruh bengkok yang mudah untuk di latih dan di jinakkan seperti dilatih belajar trik, dilepas di dalam rumah dan bahkan di luar rumah atau free fly.

FF (free fly) yaitu di lepaskan untuk terbang dan nanti jika di panggil akan kembali kepada pemiliknya, biasanya memanggilnya menggunakan peluit, dan burung parkit juga pintar dalam menirukan suara burung lain.

Dengan banyaknya jenis burung parkit, maka kamu perlu tahu perbedaan dari jenis-jenis dari burung parkit.

Meskipun memiliki spesies yang sama, namun karakter yang dimiliki pada setiap jenis burung parkit tentu berbeda.

Untuk itu, berikut ini adalah berbagai jenis dari burung parkit yang lucu dan menggemaskan.

1. Parkit lokal

Burung Parkit Lokal
Burung Parkit Lokal

Jenis ini sangat mudah di temukan jika kita pergi ke pasar atau ke penjual burung pasti masih banyak yang menjual jenis parkit lokal ini.

Parkit lokal ini juga mudah di pelihara maka tak heran banyak orang yang memilikinya untuk dijadikan burung kicauan ataupun di budidayakan.

Entah benar atau tidak katanya parkit lokal ini berasal dari Indonesia, atau hanya saja di Indonesia yang paling banyak yang menangkarnya.

Harga yang tidak terlalu tinggi juga bisa menjadi alasan kenapa di Indonesia banyak yang menangkarnya.

Walaupun jenis parkit lokal harganya tidak terlalu tinggi atau bisa kita bilang murah tetapi warna dan wajahnya tidak kalah lucu dengan jenis parkit lainnya.

Ciri-Ciri Parkit Lokal:

  • Ukuran tubuh lebih kecil, dibandingkan dengan jenis parkit lainnya.
  • Terdapat garis hitam yang berada pada kepala, sayap hingga ekornya.
  • Memiliki paruh bengkok dengan warna kuning.
  • Kaki parkit lokal berwarna abu-abu.

2. Parkit Lutino Mata Merah

Burung Parkit Lutino
Burung Parkit Lutino

Parkit lutino memiliki postur tubuh yang hampir serupa dengan parkit lokal, namun terdapat perbedaan dimana parkit lutino memiliki mata merah berbeda dengan parkit lokal yang memiliki mata hitam biasa.

Parkit Lutino sendiri memiliki harga yang cukup lumayan tinggi daripada harga parkit lokal, hal ini karena keunikannya, dimana memiliki mata berwarna merah.

Untuk harga parkit lutino per ekornya sekitar Rp 120.000,- hingga Rp 200.000,-.

Ciri-Ciri Parkit Lutino:

  • Postur tubuh kecil, seperti parkit lokal.
  • Bulu pada tubuhnya berwarna kuning terang.
  • Memiliki warna mata yang merah.
  • Paruh berwarna kuning tua.
  • Kaki berwarna merah muda.
  • Bulu nya lembut dan halus.

3. Parkit Albino

Burung Parkit Albino
Burung Parkit Albino

Burung parkit albino adalah jenis parkit dengan kelainan genetika, dimana tidak memiliki pigmen warna.

Sehingga warna parkit albino pada kulit dan bulunya hanya berwarna satu yaitu putih.

Untuk harga saat ini berkisar antara Rp 150.000,- hingga Rp 250.000,- per pasang.

Ciri-Ciri Parkit Albino:

  • Bulunya berwarna putih bersih.
  • Paruh memiliki warna kuning pucat.
  • Iris berwarna hitam gelap.
  • Ukuran tubuh kecil, sama dengan ukuran parkit lokal dan parkit lutino.
  • Kaki berwarna merah muda keabu-abuan.

4. Parkit Australia (Falk)

Falk
Burung Parkit Australia

Jenis parkit selanjutnya parkit Australia, jenis ini masih termasuk keluarga burung kakatua yang endemik Australia.

banyak orang yang mengangap burung ini sebagai burung beo jambul atau kakatua kecil tetapi seorang peneliti menilai bahwa jenis ini mempunyai subfamily sendiri.

Oleh karena itu burung ini di klarifikasikan sebagai burung terkecil dalam keluarga kakatua.

Terdapat beberapa jenis warna pada burung ini yaitu albino,cinnamon,lutino,domain silver, white face dan lain-lainya.

Ciri-Ciri Parkit Australia:

  • Memiliki jambul di kepalanya, biasanya berwarna kuning.
  • Terdapat lingkaran berwarna orange kemerahan di kedua sisi pipi burung.
  • Ukuran tubuhnya lebih besar dibandingkan parkit lokal.

5. Parkit Holland

Parkit Holland
Burung Parkit Holland

Parkit holland adalah jenis parkit yang berasal dari Belanda, jenis parkit ini sangat populer di dunia, terutama di Jepang dan Korea.

Mengapa demikian?

Disana banyak yang memelihara jenis parkit holland dengan cara memeliharanya hanya di lepas di dalam rumah dan dibiarkan berkeliaran di sekitar kandang (Free Room).

Ciri-Ciri Parkit Holland:

  • Mempunyai warna yang bervariasi dibanding parkit lokal.
  • Memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dibanding parkit lokal, lutino, dan albino.
  • Terdapat garis hitam di kepala dan ekornya.
  • Paruh parkit holland berwarna coklat kemerahan.
  • Kaki parkit holland berwarna merah muda pucat.

Jenis parkit holland kurang dapat beradaptasi di Indonesia, karena faktor suhu dan cuaca yang berbeda dari asal nya.

Dan harga parkit holland juga cukup tinggi, sekitar Rp 500.000,- hingga Rp 1.200.000,-.

6. Parkit Taiwan

Taiwan Parakeet
Burung Parkit Taiwan

Jenis parkit taiwan ini di kabarkan dari negara Taiwan, jenis ini hampir sama dengan jenis parkit lokal, perbedaanya hanya pada postur tubuhnya saja.

Parkit taiwan memiliki bentuk tubuh yang sama dengan parkit holland, hanya saja parkit taiwan ini lebih cepat beradaptasi di daerah tropis seperti di indonesia.

Berbeda dengan parkit holland yang sangat sensitif terhadap perubahan suhu, walaupun suhu hanya berubah sedikit, tetap dapat mempengaruhi daya tahan tubuh parkit holland.

Ciri-Ciri Parkit Taiwan:

  • Ukuran tubuh yang lebih besar dibanding parkit lokal.
  • Terdapat corak garis hitam dibagian sayap, dan ekornya.
  • Memiliki paruh berwarna kuning.
  • Memiliki Kaki berwarna abu-abu.

Harga parkit taiwan sendiri cukup mendekati dengan harga parkit lokal sekitar Rp 150.000,00 – Rp 250.000,00.

7. Parkit Rosella

rosella parakeet
Burung Parkit Rosella

Parkit rosella sangat di gemari oleh negara-negara asing , parkit jenis ini berasal dari Australia, parkit rosella memiliki warna sangat cantik dan suaranya pun juga sangat bagus.

Namun jika ingin memelihara parkit rosella maka harus sering berinteraksi dengannya, dikarenakan karakter dari parkit rosella yang sedikit bandel.

Jika kamu jarang sekali berinteraksi dengan parkit rosella yang kamu miliki, hal ini dapat membuat parkit rosella mu menjadi liar karakternya.

Jika kamu berniat menangkarkan parkit rosella maka peliharalah dengan perawatan yang bagus sehingga parkit rosella dapat hidup lebih lama, karena jenis parkit ini merupakan jenis parkit import.

Parkit rosella mampu bertahan hidup dengan kondisi yang baik sekitar 20 tahun, di habitatnya, parkit rosella memakan larva, bunga, buah, dan biji-biijian.

Jadi, apabila kamu memiliki parkit rosella, sediakanlah beberapa kombinasi makanan yang disukai olehnya.

Parkit Rosella masih salah satu dari enam spesies jenis burung Genus Platycercus, yaitu :

  • Northern Rosella (Platycercus venustus)
  • Eastren Rosella (Platycercus eximus)
  • Westren Rosella (Platycercus icterotis)
  • Crimson Rosella (Platycercus elegans)
  • Pale-headed Rosella (Platycercus adscitus)
  • Green Rosella (Platycercus caledonicus)
parkit rosella

Selain itu parkit rosella ternyata dibagi menjadi beberapa sub spesies, dan jenis parkit Eastren Rosella merupakan jenis yang paling banyak dipelihara dan ditangkarkan.

Harga parkit rosella berkisar antara Rp 500.000,- hingga Rp 1.000.000,-.

Ciri-Ciri Parkit Rosella:

  • Memiliki kombinasi warna pada bulunya hingga 5-6 kombinasi.
  • Iris Berwarna hitam gelap.
  • Paruh parkit rosella berwarna abu-abu kecoklatan.
  • Memiliki kaki berwarna abu-abu gelap.
  • Mempunyai ekor yang panjang.

Pertanyaan Seputar Burung Parkit

Berikut adalah beberapa pertanyaan umum seputar parkit, yuk ketahui selengkapnya. Seputar pertanyaan dan jawaban tentang parkit ini didapatkan berdasarkan riset lapangan dan jawabannya didapatkan dari para master burung parkit di Indonesia.

Apa Saja Jenis Burung Parkit?

Jenis parkit yang bisa dipelihara menurut organisasi internasional (WBO) hanya ada 2 saja,

Yaitu burung parkit jenis Show Type Budgie: Jenis parkit yang memiliki tubuh besar seperti Parkit Holland, Parkit Australia.

Pet Type Budgie: Jenis parkit dengan tubuh yang kecil seperti parkit lokal indonesia.  

Bagaimana Cara Membedakan Parkit Jantan & Betina?

Untuk membedakan jenis kelamin burung parkit kamu bisa melihat warna cere pada hidung burung.

Untuk parkit jantan yang masih muda warna cere nya berwarna pink bening atau ungu.

Pada saat dewasa warna cerenya akan berganti menjadi warna yang lebih gelap dan lebih pekat kebiruan.

Warna biru pada cere parkit akan lebih terlihat ketika dalam kondisi siap breeding.

Sedangkan untuk parkit betina pada saat masih muda memiliki warna cere putih kotor kebiruan, atau berwarna biru terang agak keruh kecoklatan.

Pada sekitar lubang hidung burung, ada warna agak putih memudar kebiruan.

Ketika waktu nya siap untuk di breeding, cere pada parkit betina akan berwarna coklat.  

Apa Makanan Tambahan Yang Baik Untuk Parkit?

Untuk jenis makanan extra yang baik untuk di berikan ke burung parkit diantaranya ada : Jagung, Kangkung, Tauge, Brokoli, Egg Food, Buah-Buahan seperti buah apel, atau pear.

Apa itu Egg Food? Egg food sendiri berguna untuk menambah protein pada burung

Makanan extra fooding ini juga bisa di berikan untuk burung lovebird. Jika kamu memiliki burung lovebird.

Biji-Bijian Apa Saja Yang Disukai Parkit?

Makanan biji-bijian yang baik untuk burung parkit ada banyak, kamu bisa memilih diantara pilihan berikut untuk makanan burung parkit:

  • Millet Putih
  • Millet Merah
  • Jewawut / Otek
  • Canary Seed
  • Haver Seed
  • Dan masih banyak lagi.

Namun biasanya parkit lebih prefer pada biji-bijian tersebut.

Apa Fungsi Tulang Sotong Untuk Parkit?

Tulang sotong berfungsi untuk sumber mineral alami yang diperlukan burung parkit.

Selain itu tulang sotong juga berfungsi untuk mengasah paruh parkit agar tidak tumbuh memanjang.

Karena paruh parkit mirip seperti kuku manusia yang terus memanjang, kalau pada manusia caranya kuku dipotong.

Kalau pada paruh parkit caranya adalah dengan menggigit benda di sekitarnya.

Selain tulang sotong kamu bisa menggantinya dengan kayu, atau batu bata serta pasir pantai.

Bagaimana Cara Mengobati Parkit yang Mencret?

Jika parkit terserang diare/mencret, yang harus dilakukan pertama kali adalah memisahkan burung parkit yang sedang sakit dengan parkit yang lainnya.

Pertolongan pertama yaitu dengan memberikan obat alami dengan memberikan daun jambu biji muda, atau daun pete cina tentunya di cincang halus ya dan jika parkit sudah tidak mau makan bisa kamu suapi.

Untuk jenis obat kimia yang bisa digunakan adalah obat diapet yang dicampur kedalam air minumnya.

Bagaimana Cara Mengobati Parkit Kutuan?

Mengalami Kutuan akan sangat mengganggu aktifitas burung, karena ia akan sibuk menggaruk badannya.

Cara alami untuk mengatasi ini adalah memandikan dengan air rebusan daun sirih.

Dengan melakukan terapi daun sirih minimal 3 hari berturut-turut, kutu pada burung parkit akan perlahan hilang.

Atau kamu bisa menggunakan obat khusus burung yang mengobati penyakit kutu, biasanya sudah ada di gerai-gerai yang menjual burung dan makanan burung.

Bagaimana Cara Mengatasi Jamur Pada Parkit?

Jamur pada burung parkit juga bisa menyebabkan penyakit yang serius jika tidak di tangani secara langsung.

Untuk menangani penyakit ini kamu bisa menggunakan minyak sayur pada kaki atau muka burung yang berjamur.

Lakukan setiap hari hingga kerak pada kaki atau muka menghilang, jika kamu melakukannya dengan rutin dan telaten maka dalam 3 hari kerak atau jamur akan mulai rontok.

Atau kalau kamu tidak punya minya sayur alternatif lainnya adalah minyak tawon atau minyak bubut.

Bagaimana Perbedaan Parkit Dewasa & Anakan?

Untuk membedakan parkit muda dan parkit dewasa bisa dengan cara melihat di iris matanya ( cincin putih mata) semakin putih irisnya berarti usianya sudah dewasa.

Tetapi ini tidak berlaku untuk jenis mutasi Recessive piied dan dark eyed clear, karena sampai tua dan menutup matanya, matanya tidak akan ada putihnya (full dark).

Kamu juga bisa melihat dari bulu garis-garis pada bagian kepala, untuk parkit muda biasanya garis terlihat jelas, setelah proses mabung pertama baru garis-garis pada bulu tersebut akan hilang menjadi polos.

Pada Usia Berapa Parkit Siap Bereproduksi ?

Parkit akan mulai matang kelaminnya pada umur 5 bulan setelah masa mabung pertama. Parkit biasanya akan mengalami mabung pada umur 4 bulanan.

Namun indukan parkit yang baik untuk berternak adalah ketika menginjak umur sembilan bulan hingga satu tahun.

Bagaimana Cara Ternak Burung Parkit?

Ternak burung parkit dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu menggunakan sistem baterai ataupun sistem koloni.

Semuanya merupakan teknik ternak yang bagus, karena ternak yang bagus itu tidak hanya dipengaruhi oleh kandang ataupun teknis saja.

Namun kondisi burung parkit yang sehat dan mau berkembang biak adalah kunci utama sukses nya ternak burung parkit.

Apa Penyebab Burung Parkit Tidak Bertelur?

Coba perhatikan terlebih dahulu tingkah laku parkit nya, jika parkit sudah melalui tahapan berikut, parkit pasti akan bertelur, berikut tahapan – tahapan yang dilalui sebelum parkit dewasa bertelur:

  • Penjodohan parkit harus jelas jantan dan betina dan sudah memiliki usia yang matang, biasanya kalau sudah saling meloloh antara satu sama lain, parkit bisa dikatakan berjodoh.
  • Keluar masuk Glodog merupakan ciri parkit yang sudah berjodoh, karena parkit yang dalam kondisi siap breeding maka akan mencari glodog yang nyaman untuk bersarang.
  • Jika parkit mendapati glodog nyaman dan betina sudah siap bertelur di tandai dengan daerah perut bawah yang membesar, maka biasanya dimulailah fase reproduksi.
  • Setelah fase reproduksi biasanya selang beberapa hari si parkit betina akan bertelur dan sering berada di dalam glodog. Biasanya sebelum bertelur parkit betina akan bertingkah keluar masuk glodog.

Nah coba amati parkit masing-masing, kira – kira adakah ciri seperti di atas?

Bagaimana Glodok Yang Baik Bagi Parkit?

Pada umumnya dasar glodog tidak harus diberikan alas, Ini tergantung karakter parkit, biasanya ada yang suka diberi alas, ada pula yang tidak suka.

Kalaupun ingin di kasih alas pada glodognya maka kasihlah serutan kayu yang halus atau bisa menggunakan serutan kayu yang biasa digunakan untuk hamster.

Berapa Ukuran Glodog Burung Parkit?

Ukuran glodog dapat mempengaruhi pertumbuhan anakan, karena glodog yang sempit membuat indukan kurang nyaman dan leluasa dalam merawat anakannya ketika anakan menetas.

Hal tersebut akan membuat piyik atau anakan parkit rawan terinjak sehingga mengakibatkan kematian ataupun cacat kaki mengangkang (Splayed Leg), ukuran glodog yang baik adalah sekitar 23 x 13 x 13 cm.

Di Usia Berapa Anak Parkit Keluar Glodog?

Untuk anakan akan mulai muncul atau keluar dari glodog rata-rata pada usia 4-5 minggu, di waktu ini pula parkit anakan akan belajar memakan makanan nya sendiri.

Setelah anakan sudah dapat makan sendiri tidak lama lagi indukan akan bertelur kembali.

Ada pula kejadian dimana anakan masih dalam masa inkubasi dalam glodog namun indukan sudah bertelur kembali.

Jika ini terjadi sebaiknya anakan langsung dipisahkan saja, jika tidak terkadang induk parkit akan membantai anakan nya, disebabkan karena glodog akan dipakai lagi untuk mengerami telur baru.

Bagaimana Cara Menjinakkan Burung Parkit?

Menjinakan parkit akan mudah jika kamu merawatnya dari anakan yang berusia sekitar 3 minggu.

Kamu bisa melatihnya dengan cara meloloh dengan alat spet, kemudian mencoba mengenalkan dirimu dengan si parkit.

Kamu bisa menggunakan peluit untuk mengundang parkit, karena parkit adalah salah satu binatang cerdas.

Maka ia mampu merekam kejadian yang di hadapinya.

Untuk parkit dewasa bisa juga untuk dijinakan namun membutuhkan usaha yang ekstra. Karena ketika parkit sudah dewasa ia akan memiliki karakter tetap dan susah untuk di rubah.

Harga Burung Parkit

Jenis ParkitHarga
Anakan Parkit Australia Lutino Mata MerahRp 550.000,-
Anakan Parkit Australia per EkorRp 500.000,-
Sepasang Indukan Parkit AustraliaRp 1.500.000,-
Sepasang Indukan Parkit Australia Lutino Mata MerahRp 1.600.000,-
Parkit Holland per EkorRp 550.000,-
Sepasang Parkit HollandRp 1.100.000,-
Sepasang Parkit Lokal Warna HijauRp 90.000,-
Sepasang Parkit Lokal Warna non HijauRp 120.000,-
Sepasang Parkit Lution / AlbinoRp 250.000,-

Itulah jenis jenis dan berbagai macam hal hal seputar burung parkit.

Semoga bermanfaat.

About Rozak

Seorang mahasiswa telekomunikasi yang suka dengan hewan peliharaan, saya juga memelihara iguana dan ikan sebagai hewan peliharaan.

Tinggalkan komentar