Budidaya Hewan

Budidaya hewan adalah suatu bisnis, yang dapat di jalankan di rumah, atau di lahan milik pribadi.

Salah satu kelebihan dari berbisnis adalah manajemen waktu yang bisa di tentukan sendiri, tidak terikat kontrak dan bisa mengatur sesuai keinginan.

Salah satu bentuk bisnis adalah budidaya hewan, apakah saja sih budidaya tersebut? Berikut ulasannya.  

Budidaya Hewan Omzet Besar

Tidak hanya kambing, sapi, ikan lele, burung, yang dapat dibudidayakan, beberapa hewan serangga pun dapat dijadikan sebagai hewan budidaya.

Tidak kalah menguntungkan dari hewan-hewan lainnya budidaya kroto, budidaya ulat hongkong, ternak jangkrik, dan cacing juga memiliki omzet yang besar, berikut ulasan seputar budidaya hewan kecil ber-omzet besar.

1. Semut Kroto

Kroto adalah sebuah telur semut merah, biasanya digunakan sebagai pakan untuk burung kicauan, dan ternyata budidaya kroto sangatlah menguntungkan.

Mengapa demikian?

Karena dengan berat 50 gram kroto harganya sekitar 50 ribu hingga 70 ribu, padahal untuk mendapatkan berat tersebut cukup dengan menggunakan toples kecil.    

budidaya kroto

Sasaran pembeli kroto ini antara lain adalah para pemancing, penghobi burung, peternak burung, dan masih banyak lagi.  

Cara berternak kroto pun memiliki banyak teknik, ada yang menggunakan bambu ada juga yang menggunakan toples plastik.

Namun yang terpenting adalah ruangan khusus untuk ternak kroto, tidak perlu luas cukup sediakan 4 meter saja untuk ternak kroto ini.

2. Budidaya Ulat Hongkong

Mungkin orang yang awam akan menganggap bahwa hal ini menjijikan, siapa sih yang menyukai ulat, biasanya lebih ke geli atau risih.

Namun di balik menjijikan itu, budidaya ulat hongkong ternyata dapat menghasilkan omzet yang besar, ulat hongkong ini memiliki harga sekitar Rp 30.000,- per-kilo nya/

budidaya hewan

Budidaya ulat hongkong memiliki prospek yang tinggi karena permintaan nya yang juga tinggi.

Hal ini mengacu kepada kandungan protein nya yang mencapai 60 % dan ini merupakan kategori tinggi, maka cocok untuk menjadi pakan ternak burung atau pun peternak udang windu.

Cara berternak ulat hongkong pun tidak memerlukan area yang luas, dengan ruangan yang terbatas pun bisa, sehingga cocok untuk budidaya rumahan.

3. Budidaya Jangkrik

Jangkrik sangat dekat dengan manusia, dan ternyata jangkrik merupakan potensi bisnis rumahan dengan tingkat omset yang tinggi.

Ini karena permintaan yang saat ini melambung tinggi, dikarenakan naiknya para peternak ikan hias, peternak burung kicau, bahkan dijadikan makanan seperti kripik jangkrik.

Banyak yang menyepelekan budidaya hewan yang satu ini, padahal harga satu kilogram jangkrik bisa mencapai 50 ribu rupiah.    

ternak jangkrik

Dan yang lebih mengejutkan lagi adalah harga dari telur jangkrik. Harga nya dapat mencapai 300 ribu hingga 450 ribu rupiah per kilogram nya.

Menggiurkan bukan?

Cara ternak jangkrik juga tidak memerlukan tempat luas. Hanya membutuhkan kotak kayu berukuran 2,5 meter dan 3 ons telur jangkrik.

Maka bisa menghasilkan hingga 25 kg – 30 kg jangkrik dalam panennya yaitu setiap 2 bulan sekali.    

4. Budidaya Hewan Cacing

Cacing adalah salah satu jenis hewan yang dapat dibudidayakan, budidaya yang satu ini memang berbeda dari budidaya hewan pada umumnya.

Jika melihat hasil dari budidaya cacing ini maka rasa menjijikan terhadap cacing dapat tertukar dengan ketertarikan.

Jenis cacing yang dapat dibudidayakan antara lain seperti cacing sutra, cacing lumbricus, bahkan cacing tanah pun dapat dijadikan sebagai hewan budidaya.

Budidaya cacing ini murah meriah, makanan mudah, serta tempat yang butuhkan tidak terlalu luas.    

budidaya cacing

Harga cacing untuk perkilonya sendiri bisa mencapai 40 ribu hingga 60 ribu rupiah. Biasanya cacing cacing hasil budidaya ini akan didistribusikan kepada peternak ikan air tawar, dan juga belut.

Dalam memulai budidaya cacing cukup sediakan kolam dengan ukuran 1 x 4 meter saja. Untuk satu kolam biasanya berisi 15 hingga 20 kilogram indukan cacing.

Yang membuat menarik adalah perkembangbiakan cacing yang sangat cepat, dalam kurun waktu 40 hari bibit-bibit cacing tersebut bisa berlipat menjadi 3 kali lipatnya atau sekitar 45 hingga 60 kilogram cacing.  

Itulah jenis – jenis hewan yang bisa dibudidayakan dan mendapatkan omzet besar yang bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Tertarik mencoba berbudidaya hewan unik diatas?

Selamat berbudidaya.        


About Naufal Rasyada

Pekerja dan Pelajar yang suka dan tertarik seputar hal-hal teknologi, selain itu saya juga suka hal-hal tentang hewan. Hewan yang saya pelihara antara lain seperti burung lovebird, ikan cupang, dan kucing.

Satu pemikiran pada “Budidaya Hewan”

Tinggalkan komentar