Home » Info Hewan » Jenis Ular Sawah

Jenis Ular Sawah

Untuk kamu yang suka bermain di sawah, kamu perlu waspada nih dengan hewan yang satu ini, iya betul ular, karena terdapat jenis ular sawah yang berbahaya.

Jika rumahmu dengan area persawahan maka kamu harus ekstra waspada dengan jenis ular-ular sawah ini, sebab mereka dapat masuk kerumahmu tanpa izin terlebih dahulu.

Sesuai dengan namanya, ular sawah merupakan jenis ular yang memiliki habitat hidup di area persawahan.

Mereka masuk kedalam ekosistem untuk mencari mangsa seperti tikus, kadal, katak, dan lainnya.

Nah, mungkin saja mangsa para ular ini hilang akibat dari penggunaan pestisida karena dianggap hama oleh petani, dengan begitu ular ini mencari makan hingga area pemukiman masyarakat.

Biar kamu tidak terkejut, maka kamu perlu mengetahui jenis-jenis ular sawah yang ada di indonesia, apa saja sih? Yuk ketahui!

Jenis Ular Sawah Yang Ada di Indonesia

Ular yang memiliki habitat di sawah cukup banyak jenisnya, ada yang berbisa dan ada juga yang tidak.

Mau yang bagaimanapun, kamu harus tetap waspada tentunya, karena hewan ini adalah hewan liar yang berbahaya.

Di bawah ini, terdapat jenis ular sawah yang sering masuk ke pemukiman masyarakat untuk berburu mangsa, apa saja sih ?

….Mari kita ulas.

1. Ular Jali

ular sawah

Adalah jenis ular sawah, ular ini memiliki nama latin Ptyas korros atau dikenal sebagai Indo-Chinese Rat Snake. Ular ini banyak di temukan di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Ular jali dapat tumbuh hingga dua meter ketika memasuki usia dewasanya, ular ini memiliki warna perak, abu-abu, atau cokelat-orange.

Pada sisik bagian belakang tubuh dan ekor nya berwarna kuning dengan gradasi hitam. Pada perutnya memiliki warna kuning muda.

Makanan utama ular jali adalah tikus, katak, dan kadal, sehingga ular ini sering ada di area persawahan. Walaupun tidak memiliki bisa, ular yang aktif di siang hari ini dapat menggigit apabila merasa terancam, tetap hati-hati.

2. Ular Tanah

ular sawah

Ular tanah yang memiliki nama latin Calloselasma rhodostoma adalah jenis ular yang dapat ditemukan di pulau Jawa, terkhusus Jawa Barat.

Ular ini kerap ditemukan disekitar area pertanian yang lembab dan kurang diurus, tidak jrang ular tanah juga masuk ke area pemukiman.

Bentuk ular sawah tidak terlalu besar, namun cenderung gemuk, panjang ular ini pendek bahkan tidak sampai satu meter.

Kamu bisa mengenalinya dari pola segitiga yang terdapat pada sisik yang berwarna cokelat.

Pola warna dan perilaku yang cenderung menunggu mangsa membuat ular tanah sangat baik dalam hal berkamuflase. Ular ini memiliki bisa, yang mana gigitannya sangat menyakitkan dan mengakibatkan pembengkakan serta kematian jaringan.

3. Ular Weling

ular sawah

Semoga kamu tidak pernah berjumpa dengan ular weling ini ketika di sawah, ular dengan nama latin Bungarus candidus ini adalah ular yang sangat mematikan, apalagi ular ini sering bergerak di malam hari sehingga sulit untuk mengetahui keberadaannya.

Sebenarnya bentuk ular weling ini termasuk ular yang kecil, panjangnya tidak sampai 2 meter atau sekitar 1.5 meter saja, memiliki warna belang hitam putih, dimana kepalanya berwarna hitam dan ekornya berwarna putih.

Ular ini juga dikenal sebagai Malayan Krait dimana sering ditemukan di area gorong-gorong air, sisi jalan setapak, dan bangunan yang terbengkalai di sekitar pesawahan atau hutan.

Ular ini dapat ditemukan di wilayah Asia Tenggara, termasuk negara Indonesia tentunya.

4. Ular Sapi

ular sawah

Ular sapi dikenal juga dengan nama ular kepala tikus, kepala tembaga ini memiliki nama latin Coelognathus radiatus, yang dapat ditemukan di wilayah seperti Sumatra, Bangka, Kalimantan, hingga Jawa.

Pada umumnya ular sapi ini berkarakteristik defensif sehingga akan susah untuk mendekatinya.

Ukuran panjang ular sapi dapat mencapai 3 meter dengan bagian atas memiliki warna cokelat muda atau cokelat kekuningan.

Terdapat seperti bercak kecil berwarna putih abu-abu dibagian sisi badan ular, pada bagian bawah tubuhnya memiliki warna putih.

Ular ini merupakan salah satu jenis ular yang sering berada di wilayah manusia beraktivitas.

Namun sedikit lebih tenang, karena ular sapi adalah jenis ular yang tidak berbisa, meskipun begitu terdapat bakteri pada mulutnya, sehingga ketika tergigit akan mengakibatkan infeksi.

5. Ular Pucuk

ular pucuk

Ular pucuk atau Ahaetulla prasina adalah tipe ular pohon dengan tubuh kecil dan ramping.

Dinamakan pucuk karena memiliki bentuk tubuh ramping dan menyerupai pucuk tanaman dengan warna hijau terang.

Ular ini tersebar di wilayah Asia tropis dan dapat tumbuh panjang hingga 2 meter. Ular pucuk mempunyai taring belakang dan berbisa lemah yang tidak berbahaya bagi manusia.

Makanan ular ini adalah reptil kecil dan berbagai hewan amfibi, terutama kadal dan katak pohon.

Di beberapa tahun ini ular pucuk banyak dipelihara oleh kalangan pecinta reptil sebagai display, karena warnanya yang terang, apakah kamu juga ingin memeliharanya?

6. Ular Sendok Jawa

kobra jawa

Naja sputarix atau ular sendok jawa adalah ular asli Indonesia, ular ini dikenal juga dengan sebutan kobra jawa, memiliki tulang rusuk serviks yang mampu mengembang membentuk tudung / sendok ketika terancam.

Selain itu, kobra jawa juga mempunyai bentuk gigi taring kecil pada ujung taring pendeknya, tentunya ular ini termasuk ular yang berbisa.

Panjang ular ini sekitar 1.3 meter hingga 1.8 meter, ketika sudah dewasa ular ini akan memiliki warna kekuningan, coklat, atau kehitaman.

Daerah penyebarannya meliputi Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa, Komodo, Flores, Alor, dan masih banyak lagi.

Sebagian besar ular ini dapat ditemukan pada wilayah hutan tropis dan hutan basah, akan tetapi ia dapat beradaptasi dengan baik di habitat lain seperti area perkebunan dan persawahan.

Ketika merasa terancam ular ini juga tidak segan-segan untuk mengeluarkan bisanya.

7. Ular Hijau Buntut Merah

viper hijau

Viper hijau atau Trimeresurus albolabris adalah jenis ular dengan bisa yang mematikan, ular ini sering sekali masuk ke pemukiman masyarakat terutama yang berada di sekitar wilayah hutan hingga persawahan yang memiliki banyak pohon.

Ular ini agak pendek dan tidak lincah, memiliki warna hijau dengan kombinasi kekuningan, di bagian ekornya berwarna kemerahan.

Panjang ular ini hanya 60 cm untuk pejantan, dan untuk betina dapat mencapai panjang 80 cm. Dan ular ini aktif di malam hari, ketika merasa terancam ular ini akan bergerak cepat dan gesit, inilah yang berbahaya. Mangsa dari ular ini adalah kodok, burung, mamalia kecil, hingga kadal.

8. Ular Bandolan Tutul

bandolan tutul

Ular bandolan tutul atau Fowlea favipunctatus yang memiliki nama inggris Checkered keelback adalah ular yang sering ada di area persawahan.

Umumnya ular ini memiliki warna coklat hingga hijau zaitun, dengan corak kotak pada sepanjang tubuhnya, memiliki garis lateral membentang pada mata dengan garis hitam yang berbentuk V.

Mangsa favorit dari ular ini ialah katak dan ikan, ular ini aktif baik di siang hari ataupun malam hari.

9. Ular Sanca Bodo

sanca bodo

Dikenal dengan ular yang bersisik indah, ular sanca bodo atau Python bivittatus merupakan salah satu ular dengan ukuran besar yang cenderung jinak sehingga banyak para pecinta reptil memilih ular sanca bodo sebagai peliharaan.

Panjang tubuhnya dapat mencapai 7 meter dengan diameter sebesar tiang telepon. Ketika masih usia muda ular ini akan menghabiskan waktunya di atas pohon, dan ketika bobotnya sudah berat mereka akan beralih ke tanah, karena kesulitan untuk merambat di pohon.

Sebagai hewan karnivora, ular sanca bodo ini tidak berbisa dan sering memangsa mamalia kecil hingga burung.

Namun terkadang ular ini sering merugikan masyarakat karena memakan hewan ternak, penglihatannya yang buruk dibantu oleh reseptor kimia yang terdapat pada lidahnya.

Karena bukan termasuk ular berbisa, mereka memburu mangsanya dengan meremukkan tubuhnya hingga mati.

10. Ular Sanca Kembang

sanca kembang

Masih dari keluarga sanca, yang tidak lain tidak bukan adalah Python reticulatus atau dikenal sebagai sanca kembang adalah jenis ular dengan tubuh besar dan sisik yang cantik.

Ular ini tersebar di Asia Tenggara seperti Bangladesh, hingga Papua Nugini. Selain pada area sawah sawah, ular ini kerap menghuni hutan tropis dan padang rumput.

Sanca kembang kerap menggunakan air yang ada di sekitar wilayahnya untuk berkamuflase sebelum memburu mangsanya.

Ular ini tidak berbisa, namun panjang nya dapat mencapai 6 meter dengan bobot hingga ratusan kilogram yang mampu menghancurkan tulang manusia.

Tubuhnya dilapisi dengan sisik indah berwarna coklat dengan garis-garis hitam yang memanjang, hati-hati dengan lilitan ular ini karena sangat berbahaya.

Kamu juga harus tahu berbagai Jenis Iguana Populer yang sangat indah, selain itu ketahui juga berbagai jenis kura-kura yang ada di dunia.

Cara Mencegah Ular Sawah Masuk

Setelah kamu tahu berbagai jenis ular sawah yang bisa masuk ke area pemukiman, maka kamu juga harus tahu nih cara pencegahan yang mana dapat meminimalisir ular sawah masuk kedalam rumah.

Apa sajakah pencegahan yang dapat dilakukan? Simak ya…

1. Jangan Biarkan Mangsa Ular Sawah Ada Dirumah

Salah satu daya tarik ular masuk kedalam rumah adalah adanya sumber makanan mereka, hewan seperti tikus, kodok, burung dan serangga lainnya adalah mangsa bagi ular.

Maka dari itu, pastikan rumah kamu bebas dari hewan-hewan yang menjadi mangsa bagi ular, agar ular tidak datang dan masuk kedalam rumah.

2. Singkirkan Benda yang Bisa Menjadi Persembunyian Ular Sawah

Kebanyakan jenis ular sangat suka di area yang gelap, lembab, dan terdapat celah.

Jika rumahmu memiliki lokasi atau benda-benda yang memenuhi kriteria tersebut, maka bisa jadi ular tersebut akan datang dan menghuni tempat tersebut.

Kamu juga harus melakukan pengecekan dibagian rumah yang terdapat lubangan yang dapat dimasuki oleh ular.

3. Gunakan Bahan-Bahan yang Dibenci Oleh Ular Sawah

Jika kamu memang sangat ketakutan akan kedatangan ular yang tidak diinginkan maka kamu bisa menyebarkan beberapa bahan alam yang tidak disukai oleh ular sehingga akan membuatnya menjauh dari rumahmu.

Beberapa diantaranya seperti:

  • napthalene
  • sulfur
  • minyak cengkih dan kayu manis
  • bawang merah dan bawang putih
  • amonia
  • cuka
  • hingga jeruk nipis

Letakkan bahan-bahan ini di area yang berpotensi menjadi sumber masuknya ular.

Itulah hal yang dapat diketahui mengenai jenis ular sawah yang terdapat di Indonesia dan sering ada di area pemukiman masyarakat, terutama bagi kamu yang rumahnya ada di sekitar area persawahan dan perkebunan yang rindang.

Kamu harus selalu waspada karena terdapat jenis ular dengan berbisa yang berbahaya dan menyebabkan kematian.

Selain itu, kamu dapat melakukan tindakan preventif untuk mencegah masuknya ular ke dalam rumah. Semoga bermanfaat.

Jika kamu menyukai artikel dari Satria Hewan, jangan lupa untuk selalu membagikan artikel ini bahkan hingga seluruh dunia, Satria Hewan juga memiliki Instagram yang dapat kamu follow agar tahu informasi hewan terbaru lainnya.

Terima Kasih.

Share on:

Pekerja dan Pelajar yang suka dan tertarik seputar hal-hal teknologi, selain itu saya juga suka hal-hal tentang hewan. Hewan yang saya pelihara antara lain seperti burung lovebird, ikan cupang, dan kucing.

Tinggalkan komentar