Tupai Kekes

Tupai kekes termasuk mamalia kecil yang memiliki moncong yang panjang seperti curut/tikus, Tupaia Javanica adalah nama ilmiah dari tupai kekes.

Tupai kekes adalah hewan yang dapat ditemukan di wilayah Indonesia tepatnya di pulau jawa, biasanya tupai kekes jika di alam bebas sering terlihat di pepohonan atau di perkebunan.

Tupai kekes juga memiliki jenis kerabat tupai yang sama, seperti jenis Tupai akar, perbedaanya tupai akar memiliki ukuran yang lebih besar di bandingkan tupai kekes dan warnanya agak kemerah-merahan.

Kesamaan tupai ini sama sama memiliki moncong yang panjang, jenis tupai kecil juga masih satu kerabat dengan tupai kekes.

Perbedaanya tupai kecil memiliki ukuran badan yang lebih kecil dari tupai kekes, tetapi masih sama-sama memiliki moncong yang panjang juga.

Hampir sama dengan bajing kelapa, tupai kekes juga bisa menjadi hama bagi petani, karena sering merusak dan mencuri makanan di perkebunan, langsung masuk aja ke pembahasan hal-hal tentang tupai kekes.

Hal Tentang Tupai Kekes

Salah satu mamalia kecil yang sering dijumpai di daerah ini merupakan hewan yang lucu, dan banyak juga yang memelihara tupai ini.

Berikut hal-hal menarik seputar tupai kekes si moncong panjang:

Ciri – Ciri Tupai Kekes

tupai kekes

Secara morfologi, tupai kekes atau tupai jawa (Tupaia Javanica) memiliki ukuran yang kecil dan ramping.

Tubuhnya sepintas mirip dengan bajing kelapa (Callosciurus notatus). Warna tubuhnya berwarna coklat, kuning, dan abu-abu dengan bintik hitam dibulunya.

Untuk ukuran panjang dari tupai ini sekitar 15 cm, sedangkan panjang ekornya melebihi panjang tubuh tupai, yaitu sekitar 18 cm.

Mereka memiliki gigi yang runcing dan cakar yang tajam, sangat membantu tupai javanica ini dalam memakan makanan yang keras dan memanjat pohon.

Tupai ini mempunyai rasio otak dan tubuh tertinggi dibandingkan dengan jenis hewan lainnya, bahkan lebih tinggi dari manusia.

Selain itu, indera pada tubuh tupai ini seperti indera pendengaran, penciuman, dan penglihatan, dapat bekerja dan berkembang dengan sangat baik.

Mereka masuk kedalam Kerajaan Animalia, dengan Filum Chordata, yang memiliki Kelas Mamalia, dan ber-Ordo Scandentia.

Tupai ini masuk kedalam Famili Tupaiidae, dengan Genus Tupaia, yang merupakan spesies Tuapia Javanica.

Di bagian sekitar mata dan bahu terdapat warna kuning keputihan, lalu bagian perut dan kaki bagian bawah berwarna kuning hingga keputihan.

Ekor tupai memiliki bentuk yang lebar dan memanjang, namun tidak tebal, memiliki warna coklat kekuningan dengan disertai bintik hitam.

Di sekitar tubuh bagian atas, umumnya tupai ini berwarna coklat dengan bintik bungalan serta garis tengah berwarna hitam pada separuh bagian depan.

Secara umum, tupai javanica memiliki garis bahu bungalan yang pucat, sementara untuk bagian bawahnya memiliki warna jingga yang kusam, lalu untuk pangkal bulu berwarna abu-abu pucat.

Habitat

tupai kekes

Tupai adalah hewan endemik daerah subtropikal dan tropikal seperti Asia Tenggara, hewan ini masuk kedalam Ordo Scandentia yang mana merupakan Family Tupaiidae.

Penyebaran tupai meliputi wilayah seperti India, Filipina, Cina Selatan, hingga Indonesia, di Indonesia sendiri persebaran tupai meliputi Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali, dan Nias.

Habitat aslinya adalah hutan tropis dan area perkebunan, keunikan tupai ialah mampu beradaptasi secara cepat dan baik terhadap lingkungan, serta mampu bersaing dalam memperoleh makanannya.

Menurut Jurnal Hutan Lestari tahun 2017, terdapat jenis tupai, antara lain seperti, Tupai Bertitik, Tupaia Picta, Tupaia Minor, Tupaia Gracilis, Tupai Splendidula, dan Tupaia Javanica (kekes).

Dan salah satu jenis tupai yang populer di Indonesia adalah tupai kekes, tupai ini memiliki nama latin Horsefield’s treeshrew; trees, yang mana memiliki arti pohon dan shrew yang artinya adalah tikus.

Tupai kekes memiliki kelincahan dan kecerdasan, jika di habitat aslinya sering bermain di pepohonan.

Dan hidupnya sendiri atau dengan anaknya, maka sangat jarang dilihat jika tupai itu bergerombol/ berkoloni.

Jika kamu ingin memelihara tupai ini menjadi hewan peliharaan, kamu dapat menyiapkan kandang kotak besi atau kandang burung atau bisa juga menggunakan kandang hamster.

Serta jangan lupa untuk memberi kain sebagai tempat bersembunyi dan kehangatan untuk tupai.

Tingkah Laku

tupai kekes

Tupaia Javanica ini adalah hewan yang aktif pada pagi dan siang hari, atau bisa disebut dengan hewan diurnal.

Mereka hidup di area hutan ataupun perkebunan, terutama di area yang memiliki banyak pohon kecil.

Tupai javanica juga dapat hidup sampai kurang lebih 12 tahun, sifat pemalu juga di miliki oleh tupai ini.

Sepintas, tingkah laku nya serupa dengan bajing kelapa, dan tingkah laku tersebut sangat sulut untuk dibedakan.

Hewan satu ini sangat suka mencari makanan diatas pohon kecil atau tumbuhan kayu yang terbuka maupun setengah terbuka.

Makanan

tupai kekes

Tupai Javanica merupakan hewan pemakan segala (omnivora), biasanya tupai javanica atau kekes ini memakan serangga seperti jangkrik, belalang, ulet hongkong.

Selain serangga mereka juga memakan buah-buahan dan biji-bijian. Seperti pepaya, apel, manggis, pisang, rambutan, beras merah, padi, kacang hijau, dan lainnya.

Jika memelihara tupai kekes dewasa bisa diberikan makanan seperti biji-bijian dan buah-buahan.

Dan apabila kamu merawat yang masih usia anakan, maka bisa diberi bubur sun atau nestle dengan perisa pisang atau beras merah.

Reproduksi

tupai kekes

Hampir sama dengan jenis jenis tupai yang lain, tupai kekes berkembang biak dengan cara melahirkan (vivipar).

Usia tupai yang sudah siap untuk kawin kurang lebih sekitar umur 3-4 bulanan, pendekatan antara tupai jantan dan betina biasanya dengan cara berlari kejar-kejaran.

Jika sudah melakukan proses perkawinan tupai akan mengandung atau hamil selama 40 hari, dan biasanya tupai melahirkan 1-4 ekor anakan.

Predator

moggy

Tupai kekes juga memiliki musuh atau bisa di sebut predator, jika di alam bebas predator bagi si tupai itu seperti musang, macan, ular, elang, burung hantu, dan hewan buas lainnya.

Jika kamu memelihara tupai ini di rumah jangan mengira bahwa sudah aman dari predator.

Kucing dan anjing merupakan hewan yang dianggap musuh oleh tupai, hewan tersebut juga dapat membuat tupai menjadi stress .

Cara Memelihara Tupai Kekes

Saat ini banyak orang yang memelihara tupai kekes sebagai hewan peliharaan. Karena tupai ini apabila sudah jinak dapat bersahabat dengan manusia bahkan aman untuk bermain dengan anak kecil.

Untuk memelihara tupai ini, kamu harus menyediakan tempat tinggalnya, makanannya dan sering di ajak bermain.

Selain itu kamu juga harus menjaga kebersihan kandang dengan membersihkannya setiap satu minggu sekali, tidak lupa juga untuk memperhatikan kebersihan tupai.

Tips Perawatan Tupai Yang Baik

1 Tupai merupakan jenis mamalia yang rentan terhadap penyakit. Maka usahakan untuk menggunakan kandang yang lebar, dan tidak sempit.

Karena tupai adalah hewan yang rentan terhadap cuaca dingin, sebaiknya gunakan handuk atau kain tebal untuk tempat tidur tupai.

2 Dalam memelihara tupai dengan usia anakan kamu dapat memberikan makanan seperti susu Esbilac atau KMR, yang bisa didapatkan di toko hewan.

Jangan memberikan susu kaleng atau susu yang biasa diminum oleh manusia, karena dapat membuat tupai menjadi mati.

3 Berhati-hatilah dalam memilih asupan makanan, terkhusus untuk tupai anakan.

kamu dapat menggunakan suntikan yang telah buang jarumnya untuk meloloh tupai anakan.

Berikan secara hati-hati agar tidak mengenai hidung tupai, sebab dapat membuat tupai mengalami pneumia atau radang paru.

4 Selalu menjaga kebersihan kandang, tempat makanan, dan tempat minuman tupai dari kotoran.

Karena kotoran dapat menyebabkan tumbuhnya bakteri yang dapat membahayakan kesehatan tupai.

Harga Tupai Kekes

harga hewan

Jika kamu ingin membeli tupai kekes, maka kamu dapat membelinya di pasar hewan atau di petshope. Biasanya tupai ini memiliki harga Rp 40.000-50.000 untuk anakan. Untuk tupai usia dewasa harganya sekitar Rp 60.000-80.000.

Untuk harga di atas bisa berubah ubah tergantung dearahnya masing-masing. Jika kamu ingin memiliki tupai yang jinak, kamu bisa merawat dari anakan.

Itulah seputar hal hal menarik tentang Tupai Kekes. Semoga bermanfaat.

Terima Kasih.

About Rozak

Seorang mahasiswa telekomunikasi yang suka dengan hewan peliharaan, saya juga memelihara iguana dan ikan sebagai hewan peliharaan.

Tinggalkan komentar