Tupai Terbang

Tupai terbang adalah jenis tupai yang memiliki selaput/membran yang di antara kaki depan dan kaki belakang, selaput tersebut yang jika di bentangkan akan seperti parasut.

Tupai terbang berasal dari kata Glaucomys volans yan berasal dari kata Yunani yang artinya (Glauko = abu-abu, mys = tikus, volans = terbang) yang di artikan warna abu-abu tersebut warna kebanyakan tupai terbang.

Diartikan tikus karena tupai terbang adalah salah satu hewan pengerat seperti tikus, dan sebenarnya tupai ini tidak bisa terbang layaknya seekor burung.

Hanya saja selaput yang di miliki tupai terbang ini dapat membantu tupai terbang saat loncat dari atas pohon ke pohon lain, dan di saat meloncat inilah tupai akan membentangkan selaput.

Ciri-ciri tupai terbang bisa di lihat dari bulunya yang tebal dan halus, memiliki mata yang gelap dan lumayan besar.

Selain itu, ciri khas yang di miliki tupai ini adalah memiliki selaput/membran yang ada di bagian kaki depan dan belakang.

Tupai terbang termasuk hewan nokturnal atau hewan yan beraktivitas di malam hari, sama seperti halnya kelelawar dan burung hantu yang beraktivitas di malam hari.

Habitat Hidup Tupai Terbang

Habitat hidup tupai terbang adalah bergantung pada jenis dan wilayah penyebarannya.

Untuk Glaucomys Volans, dapat ditemukan di wilayah selatan, dan timur Amerika Serikat.

Di Indonesia tupai ini hampir tersebar di semua pulau-pulau besar, seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Jawa. 

Hewan ini menyukai pepohonan, mereka membuat sarang di mana terdapat pohon yang berlubang dan berbatang besar, biasanya adalah pohon yang sudah mati.

Di dalam sarangnya yaitu lubang pohon, mereka akan meletakkan ranting, dedaunan dan rumput kering untuk dijadikan sebagai sarang.

Sehingga membuat tupai ketika berada didalam sarang menjadi lebih nyaman dan hangat.

Terkadang sering dijumpai pula, hewan ini menggunakan sarang burung pelatuk yang sudah tidak digunakan dan sudah ditinggalkan untuk sarang barunya.

Hewan ini juga memiliki kebiasaan untuk berpindah-pindah sarang, dari satu sarang ke sarang lain.

Selain itu, mereka juga suka untuk berbagi sarang dengan tupai lainnya.

Sarang tersebut bisa digunakan untuk 5-7 ekor tupai, kebiasaan berbagi sarang ini kemungkinan disebabkan dengan sistem pertahanan untuk menjaga suhu tubuh selama musim dingin.

Hal ini karena tupai tidak dapat melakukan hibernasi, hewan ini tetap bergerak aktif untuk mencari makanan meski di musim dingin sekalipun.

Jenis Tupai Terbang Di Dunia

Tupai terbang memiliki banyak genus, yang telah di ketahui baru sekitar 15 genus tupai terbang, di Indonesia.

Untuk tupai terbang yang sering di pelihara di Indonesia adalah tupai terbang jawa. Berikut ini adalah jenis flying squirrels yang sering dipelihara, dan populer di dunia.

1. RUSSIAN FLYING SQUIRRELS

RUSSIAN FLYING SQUIRRELS

  • Nama latin = Pteromys Volans Orii
  • Ukuran = Badan:15-16cm Ekor:9-12cm
  • Berat = 100-120g
  • Umur = 4-10 tahun
  • Makanan = Buah-buahan, Serangga, Biji-bijian, Dan lainnya

2. SOUTHERN FLYING SQUILER

SOUTHERN FLYING SQUILER

  • Nama latin = Graucomys Volans
  • Ukuran = Badan:12-14cm Ekor:7-10cm
  • Berat = 56-80g
  • Umur = 3-6 tahun
  • Makanan = Buah-buahan, Serangga, Biji-bijian, Dan lainnya

3. NOTHERN FLYING SQUIRRELS

NOTHERN FLYING SQUIRRELS

  • Nama latin = Graucomys Sabrinus
  • Ukuran = Badan:26-30cm Ekor:9-11cm
  • Berat = 120-148g
  • Umur = 3-5 tahun
  • Makanan = Buah-buahan, Serangga, Biji-bijian, dan lainnya

Siklus Hidup

Tupai berkembang biak dalam jangka waktu setahun sekali, dan terjadi pada bulan Mei hingga Juni.

Untuk masa kehamilan tupai ini sekitar 40 hari, dimana mereka mampu melahirkan anak hingga 2-6 ekor.

Anak tupai yang baru dilahirkan akan dirawat dan dilindungi oleh induk betina, hingga mereka mampu meninggalkan sarang, dan mencari makan sendiri.

Sedangkan untuk induk pejantan, mereka tidak berpatisipasi dalam merawat anakannya.

Cara Memelihara Tupai Terbang

memelihara tupai terbang

Tupai terbang saat ini banyak dijadikan sebagai hewan peliharaan, kelucuannya dan badannya yang mungil membuat para pecinta hewan ingin memeliharanya.

Apalagi jika tupai tersebut sudah jinak pasti sangat menyenangkan bermain dengan tupai tersebut.

Lalu bagaimana cara memelihara nya agar tetap sehat dan menjadi jinak? Yuk simak terus hingga akhir.

Hal yang harus di perhatikan saat memelihara tupai terbang adalah sebagai berikut:

1. Kandang

kandang tupai

Pilihlah kandang yang nyaman sebagai rumah, karena jika kandangnya nyaman pasti tupai akan betah.

Tambahkan tempat untuk tidur pada kandang seperti batok kelapa atau yang lain, agar tupai tidak kedinginan taruh lah kain seperti handuk, atau baju bekas, atau kamu juga bisa menggunakan serbuk kayu sebagai alat penghangat.

2. Makanan Tupai Terbang

makanan tupai terbang

Pilihlah makanan yang bergizi dan sehat seperti buah apel, pisang, pepaya, alpukat, salak, juga bisa di kasih sayur seperti jagung, brokoli, wortel, tupai juga bisa memakan biji bijian seperti kacang hijau, kwaci, beras merah, milet. 

Tupai juga membutuhkan minum agar tidak dehidrasi, sebenarnya di kasih air mentah tidak apa namun lebih baik di kasih air matang agar bakteri dalam air mati, dan meminimalisir penyakit yang menyerang pada tupai.

3. Kebersihan

tupai terbang

Kebersihan juga penting bagi tupai terutama pada kandang karena jika kandang kotor tidak di bersikan akan memicu penyakit dan membuat tupai menjadi kurang sehat dan lemas.

Bersihkn kotoran pada kandang, jika menggunakan serbuk kayu, ganti serbuk kayu dengan yang baru, dan semisal memakai kain jemurlah kain tersebut agar baunya tidak terlalu menyengat.

4. Pemeliharaan

cara merawat tupai terbang

Dalam pemeliharaan berilah makanan pada pagi, siang dan sore, jemurlah tupai di saat pagi hari agar mendapatkan vitamin D, jangan menjemur di atas jam 9 karena panasnya sudah tidak bagus untuk tupai.

Bersihkan kandang dari kotorannya, hindarkan juga dari kucing dan anjing agar tupai tidak stress bila perlu taruhlah mainan di dalam kandang agar tupai tidak bosan.

Sering-sering lah membelai dan memegangnya dan diajak bermain agar tupai tidak menjadi galak.

5. Penyakit

tupai sakit

Penyakit yang sering di alami tupai itu seperti Radang Paru(PHENOMIA) gejala ini bisa di ketahui jika tupai sedang tidur dan pada nafasnya terdengar suara “Klik”.

Jika terkena penyakit ini, harus cepat di berikan antibiotik atau membawa nya ke dokter hewan karena penyakit ini dapat menyebabkan kematian pada tupai. 

Ada juga penyakit diare, penyakit diare bisa di lihat dari pup atau kotoran tupai yang encer membuat tupai malas makan dan minum, jika sudah malas makan dan minum dapat menyebabkan kematian pada tupai tersebut.

6. Predator

kucing kampung

Tidak hanya di habitatnya tupai terbang saat di pelihara sebagai hewan peliharaan juga dapat terancam oleh predator.

Jika di alam liar predator yang akan memangsa adalah hewan seperti musang, burung hantu, dan ular.

Dan apabila di pelihara di rumah maka hewan seperti kucing, anjing adalah predator bagi hewan lucu mungil satu ini.

Perbedaan Tupai Terbang & Sugar Glider

perbedaan sugar glider dan tupai terbang

Tupai terbang dan sugar glider adalah hewan yang berbeda, namun banyak yang mengira hewan ini sama.

Kesamaan dari keduanya adalah terdapat selaput membran yang tipis pada kaki depan hingga kaki belakangnya.

Dan dengan membran tersebut, membuat hewan ini dapat berpindah tempat dengan cara melayang.

Untuk segi warna, keduanya juga mempunyai corak yang hampir sama, yaitu abu-abu kecoklatan, namun pada sugar glider terdapat garis hitam dari kepala hingga ujung ekornya.

Harga Tupai Terbang

harga hewan peliharaan

Hal di atas merupakan hal-hal yang harus di perhatikan ketika memelihara tupai terbang.

Untuk kamu yang ingin memelihara hewan ini, kamu dapat membelinya di pasar atau di toko hewan terdekat.

Biasanya harga tupai ini berkisar antara 60-150 ribu rupiah, harganya lebih murah dibandingkan dengan harga sugar glider.

Harga sugar glider sendiri berkisar antara Rp 150.000,- hingga Rp 350.000,-.

Semoga bermanfaat, sekian dan terimakasih.


About Rozak

Seorang mahasiswa telekomunikasi yang suka dengan hewan peliharaan, saya juga memelihara iguana dan ikan sebagai hewan peliharaan.

Tinggalkan komentar