Home » Anjing » Anjing Kampung

Anjing Kampung

Apa itu anjing kampung? Mari berkenalan lebih jauh dengan anjing kampung yang memiliki banyak kelebihan, anjing kampung bukan berarti kampungan.

Perlu diketahui anjing kampung adalah jenis anjing mongrel yang merupakan jenis lokal atau campuran dan berasal dari berbagai jenis ras dengan ciri khas ras tertentu dan sulit untuk ditelisik lagi jenis aslinya dari mana.

Anjing kampung banyak dipelihara untuk dijadikan sebagai anjing pekerja, seperti:

  • Sebagai Anjing Pemburu
  • Menjadi Anjing Penjaga Rumah
  • Dan atau Dijadikan sebagai Penjaga Ternak ataupun Kebun

Namun banyak sekali yang memandang sebelah mata anjing kampung, bahkan terkadang diperlakukan tidak pantas hingga ditelantarkan.

Sebenarnya, anjing ini terdapat banyak kelebihan yang tidak dimiliki oleh anjing jenis lainnya.

Sejarah Anjing Kampung / Domestik

Sejarah anjing domestik atau kampung ini sangatlah panjang dan mengalami evolusi yang cukup besar dari pendahulunya.

Ras lokal ini merupakan salah satu ras yang memiliki ikatan dengan serigala dan kelompok yang memiliki ciri warna bulu keabuan.

Perbedaan genetika antara anjing dan serigala ini sudah terjadi antara 40.000-20.000 tahun yang lalu.

Semakin banyak mengetahui akan sejarah anjing domestik ini ternyata ras ini tidak begitu jelek seperti yang ada di bayangan masyarakat.

Melansir dari drlawrenceblair, yang merupakan pakar antroprolog asal Inggris pernah menjelajah tempat di Indonesia bersama rekannya pada tahun 1970 di Bali. Ia tak segan memuji jika anjing anjing domestik Bali yang banyak dipelihara oleh masyarakat.

Kelebihan Anjing Kampung

Sebenarnya anjing domestik ini memiliki banyak sekali keunggulan, berikut ini beberapa keunggulan dari anjing domestik.

  • Memiliki daya tahan tubuh yang baik dan kuat.
  • Kehidupan nenek moyang anjing domestik di habitat alam liar dan penuh persaingan dengan hewan lain.
  • Cara perawatan yang lebih mudah dan anjing tidak rewel.
  • Biaya perawatan jauh lebih murah. Seperti makanan, kesehatan, dan lainnya.

Bisa dilihat sebenarnya tidak semua anjing kampung atau domestik ini buruk, banyak juga jenis ras domestik yang bagus dan lucu.

Setelah mengetahui kelebihannya, kamu juga perlu tahu jenis jenis dari anjing domestik ini. Berikut ulasannya.

Jenis Anjing Kampung

anjing kampung

Ada beberapa jenis anjing domestik yang populer diantaranya seperti:

1. Ajak

ajak / ajag
KlasifikasiKeterangan
Rentang FosilPasca Pleistocene
Status KonservasiTerancam (IUCN 2.3)

Klasifikasi Ilmiah Anjing Ajak

KlasifikasiKeterangan
KingdomAnimalia
FilumChordata
KelasMamalia
OrdoKarnivora
FamiliCanidae
Subfamilicaninae
GenusCuon
SpesiesC.alpinus
Nama binomialCuon alpinus

Ajak atau Ajag memiliki nama latin Cuon alpinus, merupakan anjing hutan yang hidup di wilayah Asia selatan dan timur.

Ajak adalah anjing asli Indonesia yang ada di pulai Sumatra dan jawa, Ajak tidak sama dengan serigala.

2. New Guinea Singing Dog

New Guinea Singing Dog

New Guinea Singing Dog adalah anjing dataran tinggi dengan nama latin (Canis lupus dingo), merupakan anjing asli dari pulau New Guinea.

Dikenal dengan suaranya yang unik, beberapa ahli menuturkan jika anjing ini merupakan anjing kampung, namun ada juga yang tidak sepakat.

3. Anjing Tengger

anjing tengger

Anjing domestik yang dapat dijumpai di area pegunungan Bromo – Jawa Timur, memiliki kecerdasan yang bagus, postur tubuh yang bagus, dan selalu tampil sebagai pemimpin diantara golongan jenis anjing lainnya.

Anjing Tengger dikenal dengan karakteritik yang pemberani, percaya diri, dan sangat kuat.

4. Anjing Kintamani

anjing kintamani
KlasifikasiKeterangan
Nama LainBalinese Kintamani, Kinta, Balinese Dog, Balinese Mountain Dog, Bali-Berghund
WarnaSecara umum berwarna putih
Warna LainHitam, Krem, Loreng

Anjing kintamani merupakan salah satu ras anjing yang berasal dari pegunungan Kintamani, pulau Bali.

Sifat dan karakternya dikenal sebagai anjing yang pemberani, waspada, tangkas, dan tingkat kecurigaan yang tinggi.

Ciri Ciri Anjing Kampung

anjing kampung bagus
  • Bagian Kepala
    • Memiliki ukuran kepala yang lebar dan dahi serta pipi datar.
    • Bentuk moncong proporsional, kuat.
    • Rahang kuat.
    • Gigi kuat menyerupai gunting.
    • Bibir memiliki warna hitam atau coklat tua
    • Telinga tebal, membentuk huruf V terbalik dengan ujung sedikit membulat, dan kuat.
    • Jarak Kedua telinga cukup lebar, panjang telinga kurang lebihnya sama.
  • Bagian Mata
    • Bentuk mata lonjong seperti buah almond.
    • Bola mata memiliki warna coklat gelap.
    • Bulu mata memiliki warna putih.
  • Bentuk Tubuh
    • Untuk pejantan memiliki tinggi antara 45 hingga 55 cm.
    • Untuk betina memiliki tinggi antara 40 hingga 45 cm.
    • Warna bulu memiliki dominasi putih dengan spesifik sedikit kemerahan, coklat krem, diujung telinga, ekor dan bulu bagian belakang paha.
    • Warna lain antara lain seperti hitam mlusu, coklat dengan moncong hitam (bangbungkem), pigmentasi kulit, kelopak mata, anus, hidung, skrotum, dan telapak kaki berwarna hitam atau coklat gelap.
    • Leher kuat dan berotot.
    • Dada dalam lebar.
    • Punggung datar.
    • Badan anjing betina cenderung lebih panjang jika dibandingkan pejantan.
    • Untuk anjing kintamani, memiliki rambut krah (badong) panjang yang menyerupai seperti kipas di daerah gumba, semakin panjang rambut badongnya, maka semakin baik.
    • Kaki panjang, kuat, dan gerakan ringan.
    • Tumit tanpa tajir.

Cara Melatih Anjing Domestik

Untuk metode pelatihan yang dapat diberikan kepada anjing domestik cukup simpel, diantaranya seperti:

  • Pemberian pakan secara rutin.
  • Selalu memberikan perhatian.
  • Mengajak jalan-jalan.
  • Bermain dengan permainan anjing.
  • Asupan makanan yang bervariasi dan bergizi.

Cara Merawat

Cara merawat anjing kampung dapat dibilang cukup mudah, tidak sesulit merawat anjing ras.

Dari segi makanan, anjing domestik ini dapat memakan jenis makanan apapun termasuk makanan sisa.

Namun alangkah lebih baiknya selalu memberikan makanan khusus anjing, yang dapat dicampur dengan nasi.

Walaupun berbulu pendek, perawatan pada bulu anjing ini juga harus diperhatikan, seperti rajin membersihkan bulu dan menyikatnya, agar terhindar dari kutu. Sehingga bulu anjing akan tetap sehat dan bersih serta indah.

Jangan lupa juga untuk membersihkan area wajah, seperti mata, mulut, hidung, dan juga bagian telinga anjing.

Melakukan pemotongan pada kuku anjing juga perlu dilakukan, tidak lupa juga untuk memandikan anjing setiap 1 atau dua kali dalam seminggu, atau bisa juga ketika anjing dirasa sangat kotor.

Baca juga : Daftar Harga, Cara Merawat, Jenis, Hingga Makanan Anjing Pitbull

Harga Anjing Kampung

Untuk harga jual anjing kampung berkisar antara Rp 200.000 hingga Rp 500.000 per ekornya.

Namun terdapat juga beberapa anjing domestik ini memiliki harga yang cukup tinggi berkisar antara 1-2 jutaan.

Harga jual yang tinggi tersebut biasanya diberikan kepada anjing yang akan dijadikan sebagai hewan pemburu.

Ciri ciri anjing kampung yang bagus ialah telinganya yang tegak dan ketika diajak berjalan akan berada didepan pemiliknya.

Share on:

Pekerja dan Pelajar yang suka dan tertarik seputar hal-hal teknologi, selain itu saya juga suka hal-hal tentang hewan. Hewan yang saya pelihara antara lain seperti burung lovebird, ikan cupang, dan kucing.

Tinggalkan komentar