Ikan Air Payau

Ikan air payau adalah ikan yang dapat hidup di air laut dan air tawar, perairan payau berada di daerah muara sungai dekat dengan pesisir.

Terdapat begitu banyak jenis ikan yang tersebar didunia ini, mulai dari ikan air tawar, dan juga ada ikan air laut, serta ikan air payau.

Saat ini ikan air payau banyak sekali dipelihara, untuk dibudidayakan.

Air payau adalah campuran air laut dan air tawar, dimana daerah ini ditemukan muara yang dekat dengan pesisir.

Dan pada perairan air payau data ditemukan banyak sekali biota yang ada didalamnya.

Air Payau

Untuk bisa dikatakan sebagai kategori air payau, maka harus memenuhi kondisi sebagai berikut:

  • Air memiliki kandungan garam sekitar 0,5 gram hingga 30 gram dalam satu liternya.
  • Adanya residance time yang lama.
  • Memiliki arus dan juga sistem perairan yang tenang.
  • Terdapat oksigen yang lebih rendah apabila dibandingkan dengan oksigen di air yang mengalir.
  • Terdapat Stratifikasi suhu dan cahaya.

Tempat-tempat yang mengandung air payau yaitu seperti Teluk pantai, Muara sungai, dan Rawa yang terdapat siklus pasang surut.

Di air payau ini terdapat berbagai jenis ikan yang bisa dikonsumsi, dan biasanya ikan air payau dijadikan sebagai ikan budidaya.

Apa saja jenis ikan air payau tersebut?

Jenis Ikan Air Payau

Ternyata jenis ikan air payau ini mudah dibudidayakan.

Ikan air payau yang sering dijadikan ikan budidaya merupakan jenis ikan konsumsi, karena memiliki harga jual yang tinggi.

Selain itu, pertumbuhan ikan yang cepat ditambah dengan permintaan terhadap ikan air payau di pasaran cukup tinggi.

Maka dari itu banyak sekali orang yang tertarik untuk memulai budidaya ikan air payau ini.

Sebelum berbudidaya, sebaiknya kamu tahu jenis jenis dari ikan payau tersebut.

Berikut ini jenisnya.

1. Ikan Bandeng

ikan air payau

Ciri Fisik

  • Tidak mempunyai gigi.
  • Hidup dengan memakan ganggang dan invertebrata.
  • Memiliki mulut yang kecil
  • Sisik berwarna perak.

Kandungan Gizi Ikan Bandeng

  • Memiliki kalori sebesar 84 gram.
  • Protein sebesar 14.8 gram.
  • Dan lemak sebesar 2.3 gram.

Bandeng atau (Chanos Chanos) adalah ikan air payau yang terkenal dan mudah untuk didapatkan.

Daginnya berwarna putih, memiliki serat yang halus, dan rasanya gurih.

Bentuk tubuh bandeng ini memanjang layaknya torpedo dengan sirip ekor yang bercabang, dan ini tanda bahwa ikan bandeng merupakan perenang yang cepat dan handal.

Kepala bandeng tidak memiliki sisik, mulutnya kecil dan terletak di ujung rahang tanpa gigi serta lubang hidung yang terletak di depat mata.

Mata bandeng diliputi oleh selaput bening (subcutaneus). Warna tubuhnya putih keperakan dengan punggung berwarna biru kehitaman.

Ikan bandeng merupakan jenis ikan herbivora dimana ikan ini memakan tumbuh-tumbuhan yang berupa plankton.

Pada budidaya bandeng konsumsi dapat ditebar dengan kepadatan yang tinggi.

Benih ukuran dengan berat rata-rata 50 gram per ekornya atau panjang 7-10 cm dapat ditebar sebanyak sebesar 500 ekor/m3 dalam kolam budidaya.

Untuk masa panen, ikan ini adalah ketika mencapai ukuran dengan berat rata-rata 450 gram per ekor setelah dipelihara selama 4 bulan.

2. Ikan Kerapu Macan

ikan air payau

Ikan kerapu adalah salah satu ikan konsumsi yang dinilai memiliki kualitas gizi yang tinggi.

Salah satu jenis ikan kerapu yang sering ditemukan di air payau adalah kerapu macan (Epinephelus Fuscoguttatus).

Ikan ini adalah jenis kerapu yang menghubi perairan Indo-Pasifik. Bersama dengan kertang, ikan ini adalah ikan tangkap yang populer di Indonesia.

Ikan ini berstatus terancam punah karena rusaknya habitat pada perairan terbuka, laut dangkal, kawasan pasang-surut, terumbu karang, hingga laguna pantai.

Kerapu dewasa mampu tumbuh hingga ukuran kurang lebih 2 meter.

Meskipun begitu saat ini sudah banyak yang berhasil dalam membudidayakan ikan kerapu ini.

Dengan kelangkaan tersebut, membuat ikan ini memiliki harga jual yang tinggi.

3. Ikan Kerapu Bebek (Kerapu Tikus)

ikan air payau

Masih dalam jenis ikan kerapu, ikan selanjutnya yang mengisi perairan air payau adalah ikan kerapu bebek atau dikenal sebagai kerapu tikus.

Ikan ini memiliki nama latin Chromileptes Altivelis. Ikan ini berasal dari keluarga Serranidae yang banyak dijumpai pada perairan China.

Selain perairan china, ikan ini juga tersebar di Australia, Guam, Hongkong, Jepang, India, Kenya, Kepulauan Mariana Utara, Filipina, Malaysia, dan Indonesia.

Habitat alami dari ikan ini adalah karang pada laguna pantai. Dan saat ini sudah mulai terancam keberadaannya.

Dalam bahasa inggris, ikan ini dikenal sebagai HumpBack Grouper atau Panther Grouper, dan di Australia ikan ini memiliki nama tersendiri yaitu Barramundi Cod.

4. Ikan Kakap Putih

ikan air payau

Ikan kakap putih adalah ikan konsumsi yang populer di Indonesia, ikan ini memiliki nama latin Lates Calcarifer.

Nama lain dari ikan ini adalah Barramund, Barra, Giant Perch, Palmer Perch, Nile Perch.

Di Kelupauan Riau ikan ini dikenal sebagai nama ikan gelam.

Ikan ini memiliki ukuran hingga 1,8 meter dan memiliki berat hingga 60 Kg. Mata ikan ini berwarna merah, dan ekornya yang bernetuk segitiga.

Habitat hidupnya berada di air asin dan juga air payau, dengan temperatur suhu sekitar 20 derajat celcius.

Ikan ini merupakan predator karnivora, yang biasa memakan ikan-ikan kecil serta udang-udangan.

5. Ikan Sidat

ikan air payau

Ikan ini adalah ikan dengan bentuknya yang seperti belut yaitu memanjang, namun sidat berbeda dengan belut.

Ikan sidat biasa hidup di dua jenis perairan, yaitu air asin dan air tawar, selain itu terkadang ikan sidat ini sering dijumpai di air payau.

6. Ikan Belanak

ikan air payau

Pasti banyak yang belum tahu dari nama ikan ini. Ikan belanak adalah salah satu jenis ikan yang hidup di air payau dan juga perairan laut tropis serta sub tropis.

Bentuk dari ikan ini hampir serupa dengna ikan bandeng. Dan saat ini banyak yang tertarik membudidayakan ikan belanak ini.

Karena permintaan pasar yang cukup tinggi serta memiliki harga yang lumayan bagus.

7. Ikan Mujair

ikan air payau

Selain berada di perairan air tawar, banyak juga ikan mujair yang di jumpai di perairan air payau.

Banyak para pemancing ikan mujair di daerah perariran air payau, karena memiliki sensasi tersendiri.

Baca Juga : Umpan Memancing Ikan Mujair

Dan saat ini banyak yang membudidayakan ikan mujair ini di air payau, karena dapat menghasilkan bibit yang berkualitas.

8. Ikan Nila

ikan air payau

Sama halnya dengan ikan mujair, ternyata ikan nila tidak hanya hidup di air tawar saja, namun bisa juga hidup di air payau.

Ikan ini sangat populer dan menjadi salah satu target para penghobi mancing ikan.

Umpan Ikan Nila Jitu bisa diterapkan dalam memancing ikan ini, sehingga bisa mendapatkan tangkapan yang memuaskan.

9. Ikan Kiper

ikan air payau

Ikan kiper adalah ikan yang memiliki ciri unik, dimana bentuk tubuhnya pipih dengan warna dasar perak.

Serta terdapat bintik hitam di seluruh tubuhnya, kecuali pada mulit dan sirip bawahnya.

Ikan ini sering dijadikan sebagai ikan hias dalam akuarium, karena memiliki warna yang dan tubuh yang menarik, ditambah sifatnya yang agresif.

10. Ikan Penyumpit

ikan air payau

Ikan air payau unik lainnya yang bisa ditemukan di perairan air payau adalah ikan penyumpit, atau juga dikenal sebagai ikan pemanah.

Mengapa demikian?

Karena ikan ini memiliki keahlian dalam mencari mangsanya dengan cara menyemburkan air melalui mulutnya.

Ikan ini sering dijumpai di perairan hutan bakau, karena perairan seperti itulah yang disukai oleh ikan penyumpit ini.

Sebab, pada area pohon bakau, terdapat berbagai jenis serangga yang hidup dan merupakan mangsa dari ikan pemanah ini.

Yang unik adalah kemampuannya yang dapat menembakkan air dari mulutnya hingga 7 kali berturut-turut tanpa jeda.

Dan jika sudah berulang kali, namun belum bisa mengenai mangsanya, dengan melihat kondisi, ikan ini akan melompat keatas permukaan air untuk menyergap targetnya.

11. Ikan Patin

ikan patin

Walaupun saat ini ikan patin banyak dibudidayakan di perairan air tawar, namun sebenarnya ikan ini dapat hidup di perairan air payau.

Ikan patin memiliki daging yang lembut dengan citarasa yang khas, hal inilah yang membuat orang menyukai masakan ikan patin.

Ikan ini merupakan keluarga ikan berkumis (Siluriformes) seperti ikan lele.

Ikan patin masuk kedalam genus Pangasius, familia Pangasiidae.

12. Ikan Bawal

ikan bawal

Ikan bawal adalah keluarga dekat dari ikan piranha, maka tidak heran jika ikan ini memiliki sifat ganas dan agresif.

Ikan ini bisa hidup di air tawar ataupun air payau. Baca Juga: Umpan Ikan Bawal.

Karena memiliki pertumbuhan yang cepat dan rasa dagingnya yang gurih, maka dari itu membuat banyak orang membudidayakan ikan bawal.

Cara Budidaya Ikan Air Payau

budidaya ikan air payau

Hingga kini, berbudidaya ikan air payau terus berkembang pesat, karena banyak peminatnya.

Hal ini karena keuntungan yang diperoleh dari budidaya ikan konsumsi ikan air payau bisa dikatakan cukup memuaskan, dan menjanjikan.

Untuk budidaya ikan payau, sebenarnya tidak jauh berbeda dari budidaya ikan air tawar.

Perbedaannya hanya terletak pada penggunaan jenis air nya saja.

Berikut ini adalah tahapan-tahapan dalam memulai budidaya ikan air payau.

1. Pemilihan Tempat Kolam Budidaya Ikan Air Payau

pemilihan kolam ikan

Bagi kamu yang ingin memulai berbudidaya ikan air payau, maka harus menentukan lokasi kolam yang dekat dengan sumber air payau.

Jadi kamu bisa memilih lokasi yang dekat dengan pantai, atau muara sungai.

Hal ini berutujuan agar mempermudah dalam pengisian dan pergantian air kolam budidaya.

2. Pembuatan Kolam Budidaya Ikan Air Payau

pembuatan kolam ikan

Setelah menentukan lokasi yang sesuai dan strategis, maka selanjutnya adalah pembuatan kolam yang sesuai dengan kebutuhan dan juga budget.

Kamu bisa membuat kolam permanen menggunakan sistem cor, atau juga bisa menggunakan terpal ataupun plastik.

Untuk ukuran kolam dapat menyesuaikan kebutuhan dan luas lokasi yang ditentukan.

Yang terpenting disini adalah lebar dari kolam tersebut mampu untuk menampung benih ikan yang akan ditebar, jadi jangan terlalu sempit.

Sedangkan untuk kedalam kolam, sebaiknya lebih dari 1 meter, sehingga ketika pengisian kolam dengan air, tinggi air dapat mencapai 1 meter.

Untuk tinggi kolam yang paling ideal adalah sekitar 1,5 meter, jadi jangan membuat kolam yang terlalu dangkal.

Karena hal ini akan membuat plankton sulit tumbuh, dan tentunya akan membatasi ruang gerak ikan.

Jangan lupa juga untuk membuat pembuangan air sebelum mencapai kepermukaan kolam.

Sehingga nantinya ketika hujan tiba, air tidak membludak keluar kolam yang bisa mengakibatkan ikan terbawa arus dan ikut keluar.

3. Pengisian Air Untuk Kolam

pengisian air kolam budidaya ikan air payau

Setelah kolam jadi, dan siap untuk diisi air, maka isi air payau setinggi 15/30 cm terlebih dahulu kedalam kolam.

Kemudian, olah air agar dapat dipenuhi dengan mikroorganisme efective atau penyubur seperti plankton, dengan cara berikut:

  • Masukkan larutan EM4 (Effective Mircroorganism 4) yang dicampur bersama gula, dan diamkan selama 24 jam.
  • Untuk 1 Liter cairan tersebut bisa digunakan pada kolam dengan ukuran 3m x 10m x 1,5m.
  • Berikutnya siramkan pupuk cair dengan takaran 1 liter kedalam kolam dengan ukuran 8m x 10m x 1,5 m.
  • Kemudian taburkan bubuk NPK secara merata ke semua bagian kolam.
  • Dan diamkan selama kurang lebih 7 hari hingga air menjadi hijau jernih yang mana hal ini menandakan bahwa air tersebut memiliki kandungan microorganisme yang baik.

Setelah proses penyuburan air selesai, maka isi kolam dengan air dengan ketinggian 1 meter.

4. Masukkan Bibit Ikan Air Payau Kedalam Kolam Budidaya

bibit ikan

Sebelum melakukan proses ini, sebaiknya pilih bibit ikan yang memiliki kualitas unggul.

Sehingga nantinya bisa berkembang biak dengan baik dan cepat.

Untuk banyaknya benih tentu saja harus disesuaikan dengan ukuran kolam, berapa ikan yang akan dipelihara, dan juga ukuran ikan itu sendiri.

Agar ikan dapat beradaptasi dan menyamakan kondisi suhu air yang ada pada kolam, maka diamkan ikan terlebih dahulu.

Caranya adalah dengan memasukkan ikan kedalam plastik yang sudah diisi oksigen dan biarkan terapung terlebih dahulu didalam kolam.

Jika sudah cukup lama, buka secara perlahan kantong tersebut, dan biarkan benih keluar dengan sendirinya.

Setelah itu, bibit ikan jangan langsung diberi pakan, tunggu hingga 24 jam, setelah 24 jam baru bisa diberikan pakan.

5. Pemberian Pakan Ikan Air Payau

makanan ikan air payau

Dengan memanfaatkan aliran muara sungai ataupun rawa, biasanya terdapat makanan alami seperti plankton yang tersedia dalam jumlah banyak.

Selain itu dengan kondisi air yang bersirkulasi baik, maka akan membuat microorganisme berkembang dengan baik.

Banyaknya pemberian makan tentu harus disesuaikan dengan usia, ukuran ikan, dan juga banyaknya jumlah ikan dalam kolam.

Biasanya, di bulan pertama pemberian makan dilakukan sebesar 5% dari berat badan ikan yang ada perharinya.

Dibulan kedua berkurang menjadi 4% dari berat badan ikan dan hingga bulan ke 4 berkurang menjadi 3 % dari berat badan ikan.

6. Sirkulasi Air

sirkulasi air ikan air payau

Untuk sirkulasi air sebaiknya dijaga dengan benar, agar sirkulasi air dan oksigen yang dihasilkan dapat merata.

Maka untuk hal ini kamu perlu membuat kinciran air sjak bibit berusia 2 minggu setelah proses penebaran.

Penginciran air ini sebaiknya dilakukan selama 2 kali dalam sehari dengan durasi waktu sekitar satu hingga dua jam.

7. Menjaga Kualitas Air

Manajemen Kualitas Air

Selain sirkulasi, kualitas air juga harus dijaga agar tetap stabil.

Untuk pergantian air bisa dilakukan dalam waktu 3 atau 4 minggu sekali.

Hal ini dikarenakan kolam sudah keruh, dan kadar garam yang terkandung dalam air sudah berkurang karena air hujan, serta pH air yang sudah berubah.

Untuk pengurasan kamu bisa melakukannya dengna cara menambah air pada sisi sebrang dengan lubang air kolam keluar.

Sehingga dengan begitu air kolam yang keruh akan berkurang dan terganti dengan air baru.

Pastikan juga batas ketinggain air agara tetap stabil seperti biasanya.

8. Pencegahan Penyakit

Dalam berbudidaya pasti tidak akan jauh dengan yang namanya serangan penyakit atau hama.

Faktor tersebut terjadi karena kondisi kolam yang buruk, dan air yang tidak berkualitas.

Maka dari itu untuk mengatasi nya kamu harus benar-benar memperhatikan kualitas air dan rutin dalam melakukan pergantian.

Selain itu, dengan memberikan cairan EM4 juga bisa menghambat proses perkembangan dari mikroorganisme patogen.

Dan untuk mencegah serta menjaga daya tahan tubuh ikan dari berbagai penyakit, bisa dengan melakukan pemberian vitamin serta prebiotik ikan yang dapat dibeli di toko perikanan.

9. Masa Panen Ikan Air Payau

panen ikan air payau

Keuntungan dari budidaya ikan air payau adalah waktu nya yang lebih cepat dibandingkan dengan budidaya ikan air tawar.

Karena pada ikan air tawar biasanya butuh waktu kurang lebih 6 bulan untuk panen, sedangkan untuk ikan budidaya air payau bisa dipanen dalam waktu kurang lebih 4 bulan saja.

Panen bisa dilakukan dengan cara menjaring ikan ataupun dengan cara menguras kolam.

10. Pemeliharaan Kolam Setelah Panen Ikan Air Payau

membersihkan kolam ikan air payau

Setelah proses panen, maka sebaiknya tidak langsung mengisi kolam dengan air dan bibit ikan baru.

Namun, kuras kolam dengan menghabiskan seluruh air dalam kolam dan keringkan selama 7 hari, agar bakteri patogen benar-benar mati.

Selain kolam, bersihkan juga alat pendukung pembibitan seperti kincir, filter, anco, dan lainnya.

Lalu setelah kolam kering, semprotkan disinfektan terlebih dahulu agar bakteri benar benar mati.

Lalu budidaya ikan bisa dilakukan kembali dengan cara seperti diatas, dengan mengisi air terlebih dahulu.

Tips Dalam Budidaya Ikan Air Payau

budidaya ikan air payau

Berikutnya agar proses budidaya berhasil dilakukan maka terdapat beberapa tips agar hasil panen menjadi maksimal dan berkualitas.

Tips Budidaya Ikan Air Payau

1. Rutin dalam melakukan pergantian air dan melakukan pembuatan sistem BAK dengan endapat agar mudah dalam membuang kotoran pada kolam ikan.

2. Menambahkan larutasn EM4 dan juga prebiotik 3 atau 4 minggu sekali setelah masa pergantian air payau.

3. Menambahkan pupuk NPK sebanyak 1 kali dalam sebulan.

4. Agar kepadatan ikan semakin banyak, tambahkan air kolam hingga 160 cm.

5. Apabila ikan bertumbuh dengan lambat, maka bisa dilakukan panen parsial, dengan memanen separuh isi kolam di usia 3/4 masa panen.

6. Pastikan bibit yang digunakan adalah unggulan.

7. Beri pakan yang bernutrisi, mengandung protein, serta vitamin yang tinggi.

8. Perhatikan selalu kondisi ikan, apakah dalam keadaan sehat atau terdapat hama yang menyebabkan penyakit.

9. Jika terdapat ikan yang terkena penyakit, sebaiknya langsung dipisahkan dan lakukan pengobatan.

10. Jangan asal asalan memasukkan makanan makanan sisa seperti tulang, duri ikan, atau sampah dapur lainnya.

Akhir Kata

Dengan membaca jenis ikan air payau, dan tahu bagaimana cara membudidaya ikan ini, mungkin kamu akan tertarik untuk memelihara dan mencoba berbididaya?

Demikian pembahasan mengenai ikan air payau yang bisa kami ulas. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kamu.


About Naufal Rasyada

Pekerja dan Pelajar yang suka dan tertarik seputar hal-hal teknologi, selain itu saya juga suka hal-hal tentang hewan. Hewan yang saya pelihara antara lain seperti burung lovebird, ikan cupang, dan kucing.

Tinggalkan komentar