Home » Kucing » Kucing Sedih

Kucing Sedih

3.5
(239)

Tidak cuma kamu yang bisa menangis, ternyata kucing pun bisa sedih dan menangis, benarkah demikian?

Ketika kucing terlihat lesu dan kurang bersemangat, dan mendadak tidak bernafsu makan, mungkin kucing kamu sedang merasa sedih.

Tidak jarang perilaku kucing juga berubah secara tiba-tiba, kucing yang memiliki kebiasaan bersosialisasi dengan lingkungannya mendadak diam, dan membuat pemilik menjadi khawatir, wah kenapa nihh si meongg kok diam…

…Maka kamu perlut tahu apa saja ciri dari kucing sedih dan penyebabnya sehingga kamu juga bisa tahu cara mengatasinya.

Apa yang Membuat Kucing Sedih?

kucing menangis

Jadi ada beberapa sebab nih mengapa kucing kamu terdiam dan merasa murung, ini bisa menjadi tanda jika kucing sedang merasa sedih dan berujung kepada depresi, apa saja sih penyebabnya?

  • Penyakit

    Yang pertama adalah kucing merasa sakit, bisa saja kucing sedang tidak enak badan, bahkan kesakitan. Hal ini dapat dibuktikan dengan kucing yang menjadi malas bergerak dan cenderung lesu.

    Beberapa penyakit seperti fatty liver disease, FIV, FeLV, diabetes, hipotiroidisme, penyakit gigi, gangguan saluran pernapasan, dan sebagainya yang dapat mempengaruhi rasa gembira kucing.

    Jika kamu merasa yakin kucingmu sedih karena penyakit, maka langkah terbaik adalah memeriksakannya untuk pengecekan lebih lanjut.

  • Cedera

    Sama dengan sebelumnya, cedera pada kucing juga menyebabkan kucing menjadi murung dan sedih. Rasa sakit yang ditimbukan akibat cedera membuat kucing merasa lemas dan sulit bergerak.

    Untuk mengatasi itu, kamu perlu merawat dan lebih baik lagi jika dibawa kedokter hewan agar mendapatkan pertolongan seperti obat pereda nyeri atau lainnya. Pada beberapa kasus, ada juga yang harus diobati dengan melakukan operasi.

  • Kehilangan

    Kehilangan?… Kehilangan seseorang yang berharga juga dapat dirasakan oleh kucing lho.. Ketika kehilangan anggota keluarga baik itu pemilik kucing, sesama anggota kucing, bahkan hewan lainnya yang ia anggap sahabat, mereka juga bisa merasa sedih dan depresi.

    Kehilangan ini dapat berupa ditinggal pergi pemiliknya, berganti pemilik, dibandingkan dengan sebab lainnya, kucing yang merasa kehilangan cenderung lebih cepat untuk kembali normal.

  • Adanya Pengganti

    Apabila kamu membuat keputusan untuk mengadopsi hewan lain untuk dipelihara, bisa saja hal ini membuat kucing merasa sedih. Entah benar atau tidak, namun kucing bisa merasa tersaingi oleh kehadiran hewan lain serta takut kehilangan rasa sayang dari kamu.

    Selain itu, dengan munculnya orang baru juga bisa mempengaruhi tingkat emosi. Misal kamu melakukan renovasi dan ada orang baru seperti tukang atau lainnya, kucing dapat merasa takut, bahkan kelahiran bayi juga bisa memberi dampak psikologi kepada kucing.

Benarkah Kucing Menangis Karena Merasa Sedih?

kucing menangis

Sebetulnya ada banyak cara untuk kucing dapat menyampaikan rasa emosinya kepada si pemilik atau lingkungan sekitar.

Sudah banyak yang membuat penelitian jika perilaku dan bahasa kucing itu sendiri dapat menjadi ciri.

Namun masih banyak juga yang mempersoalkan mengenai apakah kucing dapat menangis? Ataukah hanya mengeluarkan air mata karena sedang sedih?

Maka, hal menarik ini perlu kita kupas. Menurut sebuah penelitian, ketika kucing mengeluarkan air mata bukan berarti kucing menangis.

Sama dengan manusia, kucing juga memiliki kelenjar air mata yang dapat berfungsi juga layaknya kelenjar air mata pada manusia.

Jadi fungsinya adalah untuk melapisi bola mata dan mengeluarkan kotoran di mata yang biasanya menumpuk.

Sehingga apabila kucing terlihat menangis, bisa saja air mata tersebut hanyalah sebuah respon dari sebuah hal yang sedang dirasakan seperti cedera, atau penyakit yang berkaitan dengan matanya.

Salah satu penyebab kucing mengeluarkan air matanya karena mata sakit adalah seperti mata kering, infeksi mata atau konjungtivitas.

Tidak hanya itu, kucing dapat membaca mimik muka manusia dan dapat merasakan perasaan seputar dirinya.

Maka dari itu, emosi ditunjukan biasanya akan mengira jika dirinya menangis karena mengeluarkan air mata.

Maka dapat diambil sebuah kesimpulan, jika kucing mengeluarkan air mata bukanlah diakibatkan karena emosional, melainkan dapat dikarenakan alasan medis yang membuatnya meneteskan air mata.

Yang harus diperhatikan justru kesehatannya dibandingkan melihat matanya,tetapi bukan berarti kamu tidak mengajak main kucing ya, karena kucing juga butuh bermain agar tidak stres. Jika kamu belum tahu mengenai kucing stres, kamu bisa mampir di tulisan satria hewan mengenai 12 ciri-ciri kucing stres.

Ciri-Ciri Kucing Sedih

sad cat

Kembali lagi membahas kucing sedih, atau lebih tepatnya kucing sedang merasa depresi.

Maka dapat ditunjukan dengan beberapa ciri kucing sedang sedih, jika kamu biarkan maka kucing bisa stres dan berujung kepada kematian, kan kasiannn…

Berikut ini ciri-ciri kucing sedang merasa sedih:

1. Perubahan Suara

Ciri pertama ketika kucingmu merasa sedih adalah adanya perubahan pada intensitasnya atau suara.

Nada suara kucing akan terdengar lirih, melengking, dan terasa getir. Kucing yang merasakan sedih akan mengeong lebih sedikit daripada biasanya. Dan bisa sebaliknya, jika kucingmu biasanya pendiam, maka akan mengeraskan suaranya.

Ketika kucing mendengkur biasanya adalah tanda jika ia sedang merasa nyaman. Akan tetapi dapat juga menjadi ciri jika kucing sedang merasa tertekan dan tidak bahagia. Dan dengkuran yang dilakukan adalah untuk menghibur dirinya sendiri.

2. Memberikan Bahasa Tubuh Tertentu

Kucing adalah binatang yang dikenal mampu mengekspresikan suasana dengan menggunakan bahasa tubuhnya.

Ketika sedih ada beberapa bahasa tubuh yang bisa menjadi tanda bahwa kucingmu sedang merasa sedih.

Beberapa tanda tersebut seperti telinga yang mengarah ke ekor, ekor yang terselip, bulu berdiri tegak, dan masih banyak lagi.

3. Adanya Perubahan Pada Sikap

Jika sedang merasa depresi dan sedih, biasanya kamu akan cepat mudah marah, benar kan?

Hal ini juga berlaku bagi kucing ternyata, Kucing yang sedang sedih akan cenderung lebih reaktif dan agresif.

Selain itu, mereka akan meninggalkan aktivitas yang membuatnya bersemangat. Tidak jarang kucing akan memilih untuk bersembunyi ditempat tertentu dan takut terhadap orang asing ataupun hewan lain yang ditemui.

4. Kucing Sedih Akan Tidur Secara Berlebihan

Kucing adalah binatang suka tidur, dalam sehari kucing akan menghabiskan waktu sekitar 12 hingga 16 jam hanya untuk tidur.

Kucing yang sedih akan menghabiskan waktu tidur lebih dari waktu normal, hal ini seolah-olah ia tidak mempunyai cukup energi untuk beraktivitas. tidak hanya menambah durasi tidurnya, kucing juga akan berpindah-pindah lokasi tidur.

5. Tidak Melakukan Grooming ataupun Berlebihan

Tanda selanjutnya adalah kucing tidak melakukan grooming pada dirinya. Hal ini patut diwaspadai karena hal ini merupakan ciri jika kucing sedang sakit.

Ketika hal ini terjadi, kucing akan menjadi lusuh dan kotor, terutama jika kucing tersebut berbulu panjang dan lebat, maka bulu tersebut akan kusam, kering, serta kusut.

Tidak jarang bulu menjadi berminyak sehingga kucing menjadi kutuan, maka ketika ini terjadi kamu perlu memberikan perawatan ekstra.

Pada beberapa kasus, kucing yang merasakan kesedihan justru melakukan grooming secara berlebihan, sehingga muncul tanda kebotakan, iritasi kulit, atau adanya bekas luka yang terbuka.

6. Kucing Sedih Akan Hilang Nafsu Makan

Apabila kucingmu menjadi malas untuk makan, bisa saja ini pertanda jika kucing mu sedang dalam kesedihan. Padahal, kucing adalah hewan penuntut yang ketika tidak diberikan makan maka akan mengeong keras.

Kucing sedih akan mengabaikan makanan yang tersedia, bahkan jika itu adalah makanan favoritnya sekalipun. Camilan yang biasa dimakan pun terkadang dibiarkan begitu saja. Dengan demikian hal ini akan mempengaruhi bobotnya dan bisa saja berkurang drastis.

7. Sering melakukan Spraying dan Perubahan Pada Saat Buang Kotoran

Kucing sedih akan menggunakan bau dirinya untuk merasa lebih baik, namun cara yang digunakan kurang baik, yaitu melakukan spraying secara sembarangan.

Tidak hanya itu, kucing bisa juga tidak buang air kecil ataupun besar di tempat yang biasa digunakan, mereka akan mencari tempat baru seperti kamar, ruang tamu, dan lainnya.

8. Menggaruk Secara Berlebihan

Terkadang ketika merasa depresi kucing akan menggaruk benda-benda secara berlebihan.

Selain itu ia akan menandai wilayahnya, kemungkinan agar tidak ada hewan lain yang mengganggu daerah kekuasaanya.

Mungkin karena sedang sedih sehingga tidak mau di ganggu 🙂!

Cara Mengatasi Kucing Sedih

kucing menangis

Apabila kucingmu menunjukkan ciri-ciri bahwa sedang dilanda kesedihan, maka sebagai pemilik kamu harus tahu cara mengatasinya….

….Bagaimana sih cara mengatasinya? Tenang terdapat banyak cara untuk membuat kucing menjadi bersemangat kembali dan melupakan kesedihannya.

1. Memberikan Perhatian Secara Rutin

Sama seperti manusia, kucing tidak suka dengan ketidakpastian, kamu jika diberi ketidakpastian juga tidak mau kan?

Kucing yang sudah memiliki aktivitas akan merasa sedih apabila hal tersebut harus berubah.

Misalkan ada kucing yang sudah terbiasa bermain dengan kucing lainnya, dan tiba-tiba teman kucing bermain tersebut meninggal atau pergi yang membuat kucingmu tidak memiliki teman bermain lagi.

Kucing mampu merasakan hal tersebut, maka upaya yang bisa dilakukan adalah kamu harus bisa menjadi pengganti yaitu menjadi teman bermain baginya.

Luangkan setidaknya 15-30 menit setiap harinya untuk mengajak kucingmu bermain, dengan begitu kucing lambat laun akan melupakan kesedihannya.

Karena ketika sedih, ia akan jarang melakukan grooming maka sebagai pemilik lah yang perlu memberikan perawatan ekstra.

Kamu bisa menyisir bulunya dengan lembut, memandikannya, sehingga meningkatkan rasa kasih sayang dan membuat ikatan rasa diantara kalian.

2. Mengajak Bermain

Untuk membuat kucing bersemangat kembali, maka kamu harus kreatif, berikan hal-hal yang memicu rasa penasaran kucing.

Contohnya mengajak bermain dengan hal-hal baru, seperti bermain menggunakan laser point, atau bola kecil.

Selain itu, kamu bisa membuat mainan dari lidi dan bulu ayam untuk mengasah kemampuan dalam berburu.

Sediakan juga tempat untuk istirahat di area yang tinggi, karena kucing lebih menyukai tempat seprti itu.

3. Berikan Tempat yang Nyaman

Terkadang kucing membutuhkan waktu untuk berdamai dalam kesedihannya, maka kamu bisa memberikannya tempat berlindung, kamu bisa menambahkan kotak karton yang diberi alas agar menambah nyaman pada kandangnya.

Selain itu tambahkan mainan dan beberapa camilan kesukaan untuk membuatnya semakin nyaman dan merasa aman.

Ketika sedih kucing kerap hilang nafsu makannya, namun hal ini bisa saja terjadi akibat tempat makan yang dekat dengan tempat kotoran, jadi periksa kembali.

4. Lakukan Perawatan

Apabila upaya sudah dilakukan, dan tetap belum bisa membuat kucing kembali bergembira, maka kamu bisa membawanya ke dokter hewan.

Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat gangguan seperti penyakit kronis atau tidak.

Biasanya dokter hewan akan memberikan saran untuk pemberian obat yang paling tepat untuk kucing.

Misal kucing depresi maka akan diberikan obat seperti Feliway dan Zylkene (obat ini hanya bisa dibeli dengan resep dokter).

Kucing sedih memang tidak bisa terhindari, namun kamu bisa melihat dan tahu ciri-ciri kucing sedih, maka bisa dilakukan antisipasi dan mengatasinya.

Sehingga berikanlah perhatian yang cukup untuk kucing kesayanganmu agar ia tetap merasa nyaman, senang, dan tidak kesepian.

Berikanlah sedikit waktu untuk mengajaknya bermain agar mereka gembira dan lupa akan kesedihannya.

Apabila kamu suka dengan artikel SatriaHewan, silahkan bagikan artikel ini ke seluruh dunia, serta follow IG SatriaHewan.Id untuk mengetahui informasi terkait hewan.

Semoga Bermanfaat.

Seberapa Manfaat Artikel Ini?

Click on a star to rate it!

Average rating 3.5 / 5. Vote count: 239

Share on:

Pekerja dan Pelajar yang suka dan tertarik seputar hal-hal teknologi, selain itu saya juga suka hal-hal tentang hewan. Hewan yang saya pelihara antara lain seperti burung lovebird, ikan cupang, dan kucing.

Tinggalkan komentar